TAHAPAN TAHAPAN MAKRIFAT

Telaga Sufi Akhir Zaman

TAHAPAN-TAHAPAN MENDEKATKAN DIRI KEPADA ALLAH SWT

Sebagaimana telah diterangkan di atas, bahwa Ma’rifat itu merupakan tujuan pokok, yakni mengenal Allah yang sebenar-benarnya dengan keyakinan yang penuh tanpa ada keraguan sedikitpun (haqqul yaqin). Menurut Imam Al-Ghazali : “ Ma’rifat adalah pengetahuan yang tidak menerima keraguan terhadap Zat dan Sifat Allah SWT “. Ma’rifat terhadap Zat Allah adalah mengetahui bahwa sesungguhnya Allah adalah wujud Esa, Tunggal dan sesuatu Yang Maha Agung, Mandiri dengan sendiri-Nya dan tiada satupun yang menyerupai-Nya. Sedangkan ma’rifat Sifat adalah mengetahui dengan sesungguhnya Allah itu Maha Hidup, Maha Mengetahui, Maha Kuasa, Maha Mendengar dan Maha Melihat dengan segala sifat-sifat kesempurnaan-Nya. Dari mengetahui tentang Zat dan Sifat Allah, maka selanjutnya Al-Ghazalipun memberi kesimpulan bahwa : “ Ma’rifat adalah mengetahui akan rahasia-rahasia Allah, dan mengetahui peraturan-peraturan Tuhan tentang segala yang ada “ lebih lanjut ditegaskannya bahwa : “ Ma’rifat itu adalah memandang kepada wajah Allah SWT “.Ma’rifat itu sendiri tidak…

Lihat pos aslinya 1.458 kata lagi

Sifat-sifat buruk manusia dalam Al Quran

Manusia diciptakan Allah adalah sebaik-baiknya bentuk dan kepadanya telah dihiasi aneka kebaikan di dalam dirinya. Perkara tampilnya manusia sebaliknya adalah karena kelemahan diri dan aneka godaan dari luar yang tidak dapat dihadapinya sehingga dirinya cenderung atau memperturutkan hawa nafsunya. 

Dikala manusia melakukan kesalahan diri dan orang yang melihatnya akan sepakat..”ya namanya manusia” atau”ya memang begitulah, manusia sudah kodratnya sebagai tempatnya salah khilaf dan dosa”…Lebih parah lagi ada orang yang beranggapan bahwa sifat buruk dan kasar seseorang adalah mengacu pada kodrat manusia sebagai makhluk kasar bukan makhluk halus. Bila hal ini demikian, terlihat persoalan dan segala sesuatunya selesai sampai disitu.

Baiklah ini beberapa sifat manusia yang ada dalam Al Quran, banyak sekali sebenarnya sifat-sifat itu sebagai berikut :

  1. Lemah. Firman Allah : Allah hendak memberikan keringanan kepadamu, dan manusia dijadikan bersifat lemah (Annisa : 28)
  2. Lalai. Firman Allah : Yang demikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya. (Al Araf : 146)
  3. Bodoh. Firman Allah : Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh,(Al Ahzab : 72)
  4. Zalim. Firman Allah : .Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, tidaklah dapat kamu menghinggakannya. Sesungguhnya manusia itu, sangat zalim dan sangat mengingkari (nikmat Allah).(Ibrahim : 34)
  5. Pelupa. Firman Allah : Dan apabila Kami berikan kesenangan kepada manusia niscaya berpalinglah dia; …. (Al Isra:83).
  6. Ingkar. Firman Allah : sesungguhnya manusia itu sangat ingkar, tidak berterima kasih kepada Tuhannya (Al Adiyat : 6).
  7. Kikir. Firman Allah : Katakanlah: “Kalau seandainya kamu menguasai perbendaharaan-perbendaharaan rahmat Tuhanku, niscaya perbendaharaan itu kamu tahan, karena takut membelanjakannya”. Dan adalah manusia itu sangat kikir.(Al Isra : 100)
  8. Serakah. Firman Allah :  Dan sungguh kamu akan mendapati mereka, manusia yang paling loba kepada kehidupan (di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik.(Albaqarah : 96)
  9. Pamer.  Firman Allah: bermegah-megahan telah melalaikan kamu, (Altakatsur 1)
  10. Berdalih. Firman Allah: Janganlah kamu berdalih (dengan alasan-alasan yang dusta) (AtTaubah:66)
  11. Takut. Firman Allah :  Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (Albaqarah : 155)
  12. Tidak percaya diri dan ragu ragu. Firman Allah: Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.(Albaqarah:147)
  13. Mudah terpedaya. Firman Allah : Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah.(Alinfithar : 6)
  14. Kuatir dan bersedih. Firman Allah :Siapa saja diantara mereka yang benar-benar beriman kepada Allah, hari kemudian dan beramal saleh, mereka akan menerima pahala dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran kepada mereka, dan tidak (pula) mereka bersedih hati.(Albaqarah : 62)
  15. Suka tergesa-gesa. Firman Allah :Dan manusia mendoa untuk kejahatan sebagaimana ia mendoa untuk kebaikan. Dan adalah manusia bersifat tergesa-gesa.(Al Isra 11)
  16. Suka bermain-main dan bersenda gurau. Firman Allah : (yaitu) orang-orang yang menjadikan agama mereka sebagai main-main dan senda gurau, dan kehidupan dunia telah menipu mereka”.(Al Araf: 51)
  17. Berputus asa. Firman Allah : Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.(Al Fushilat : 49)
  18. Kufur nikmat. Firman Allah : Dan mereka menjadikan sebahagian dari hamba-hamba-Nya sebagai bahagian daripada-Nya. Sesungguhnya manusia itu benar-benar pengingkar yang nyata (terhadap rahmat Allah).(Azzukhruf : 15)
  19. Menuruti prasangka. Firman Allah : Dan kebanyakan mereka tidak mengikuti kecuali persangkaan saja. Sesungguhnya persangkaan itu tidak sedikitpun berguna untuk mencapai kebenaran. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka kerjakan.(Yunus:36).
  20. Selalu berangan-angan. Firman Allah : …..dan kamu ragu-ragu serta ditipu oleh angan-angan kosong sehingga datanglah ketetapan Allah;dan kamu telah ditipu terhadap Allah oleh (syaitan) yang amat penipu.(Al hadid : 14)
  21. Berlaku Tidak adil/curang. Firman Allah : Dan Syu’aib berkata: “Hai kaumku, cukupkanlah takaran dan timbangan dengan adil, dan janganlah kamu merugikan manusia terhadap hak-hak mereka dan janganlah kamu membuat kejahatan di muka bumi dengan membuat kerusakan.(Hud : 85)
  22. Tidak pernah merasa puas. Firman Allah : Maka kamu minum seperti unta yang sangat haus minum (Al waqiah : 55)
  23. Suka berdebat. Firman Allah : Yang demikian itu adalah karena Allah telah menurunkan Al Kitab dengan membawa kebenaran; dan sesungguhnya orang-orang yang berselisih tentang (kebenaran) Al Kitab itu, benar-benar dalam penyimpangan yang jauh (dari kebenaran).(Albaqarah: 176)
  24. Suka membuat kerusakan  Firman Allah : Kemudian jika mereka berpaling (dari kebenaran), maka sesunguhnya Allah Maha Mengetahui orang-orang yang berbuat kerusakan. (Ali Imran:64)
  25. Suka meremehkan. Firman Allah : Maka apakah kamu menganggap remeh saja Al-Quran ini? (alwaqiah : 81)
  26. Hitung-hitung rezeki. Firman Allah : Dan jika kamu menghitung-hitung nikmat Allah, niscaya kamu tak dapat menentukan jumlahnya. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(An Nahl:18)
  27. Mencampur aduk yang hak dan batil . Firman Allah : Hai Ahli Kitab, mengapa kamu mencampur adukkan yang haq dengan yang bathil, dan menyembunyikan kebenaran, padahal kamu mengetahuinya?(Ali Imran 71)
  28. Suka mengejek dan berolok-olok: Katakanlah: “Apakah dengan Allah, ayat-ayat-Nya dan Rasul-Nya kamu selalu berolok-olok?”(Attaubah : 65)
  29. Suka mengambil hak orang lain. Firman Allah Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya sebahagian besar dari orang-orang alim Yahudi dan rahib-rahib Nasrani benar-benar memakan harta orang dengan jalan batil dan mereka menghalang-halangi (manusia) dari jalan Allah. (Ataubah:34)
  30. Berlebih-lebihan hingga melampaui batas. Firman Allah : Ketahuilah! Sesungguhnya manusia benar-benar melampaui batas, (Al Alaq:6)

Banyak sekali sifat-sifat manusia itu dan bila dicermati bisa lebih dari 30, namun yang terpenting adalah bagaimana diri dapat mendeteksi dan menjadikan sebagai  cermin, karena mungkin saja sifat-sifat diatas ada didalam diri. Mendapat ilmu dan pengetahuan dari Allah mengenai sifat-sifat diatas, khususnya yang ada didalam diri,  sudah merupakan karunia besar, karena  dapat dijadikan modalitas untuk memperbaiki diri menuju yang lebih baik.

Wallahu ‘alam

Sumber :https://perkarahati.wordpress.com/2014/03/15/30-sifat-sifat-manusia-dalam-al-quran/

Ensiklopedi Hadits 9 Imam

“Semua perbuatan tergantung niatnya, dan (balasan) bagi tiap-tiap orang (tergantung) apa yang diniatkan; barangsiapa niat hijrahnya karena Allah dan Rasul-Nya, maka hijrahnya adalah kepada Allah dan Rasul-Nya. Barangsiapa niat hijrahnya karena dunia yang ingin digapainya atau karena seorang perempuan yang ingin dinikahinya, maka hijrahnya adalah kepada apa dia diniatkan.”. (HR. Bukhari: 52) – http://hadits.in/bukhari/52

Golongan yang Rugi.

Allah SWT berfirman:
اِسْتَحْوَذَ عَلَيْهِمُ الشَّيْطٰنُ فَاَنْسٰٮهُمْ ذِكْرَ اللّٰهِ  ؕ   اُولٰٓئِكَ حِزْبُ الشَّيْطٰنِ  ؕ  اَ لَاۤ اِنَّ حِزْبَ الشَّيْطٰنِ هُمُ الْخٰسِرُوْنَ

“Setan telah menguasai mereka, lalu menjadikan mereka lupa mengingat Allah; mereka itulah golongan setan. Ketahuilah, bahwa golongan setan itulah golongan yang rugi.”

(QS. Al-Mujadilah: Ayat 19)
* Via Al-Qur’an Indonesia https://goo.gl/MqhPUj

Ilmu Laduni

Yoga Constantine's Blog

Apa itu Ilmu Laduni?
Sebagian orang mungkin belum pernah mendengar istilah Ilmu Laduni. Sementara sebagian lagi yang sudah pernah mendengarnya mungkin berpikir bahwa Ilmu Laduni tidak benar-benar ada.
Secara kasar, Ilmu Laduni adalah ilmu yang mempunyai manfaat menjadikan seseorang mendapatkan ilmu atau pengetahuan tanpa proses belajar. Pengertian tersebut seakan mustahil dan sulit di percaya. Inilah karunia Tuhan dalam berbagai bukti atas kekuasaan-Nya dengan menciptakan berbagai ilmu. Pastinya tidak ada yang tidak mungkin jika Tuhan meridhai.

Kata laduni (Ladunni), berasal dari bahasa Arab, akar kata dari Ladun/ Laday, yang berarti dekat/ pangkuan.
Banyak Ulama dan Sufi memberikan pengertian mengenai Ilmu Laduni, pengertiannya berbeda-beda namun, memiliki hakikat makna yang sama.
Beberpa pengertian ilmu laduni yang dimaksud adalah:

Menurut Abdul Qadir Al-Jaelani dan Al-Jilli memberikan pengertian ilmu laduni sebagai ilmu rohani dan pengetahuan hikmah (kebijakan) yang diperoleh melalui perbuatan kontinyu, dalam waktu lama dalam hal kebaikan dan ke-shalehan amal ibadah.

Pengertian…

Lihat pos aslinya 10.154 kata lagi

Rahasia Kesaktian dan Karomah Para Sunan/Wali

Yoga Constantine's Blog

” JANGANLAH KAMU MEGIKUTI PERKARA YANG KAMU TIDAK PUNYA ILMUNYA KARENA PENDENGARAN, PENGLIHATAN, DAN HATI AKAN DIMINTAI PERTANGGUNG JAWABAN ” ( Q.S. 17:36 )
Ketahuilah, selain ada wali Allah ada juga wali syaithon !!
Manusia Di Indonesia khususnya sangat senang jika membaca kisah karomah para wali, buku-buku tentang karomah para wali laris manis bak kacang goreng. Bahkan sudah banyak orang yang berusaha agar mendapatkan karomah wali tersebut, ada yang belajar silat, ngalap berkah kubur wali, sampai berdo’a dan berqurban kepada sang wali tersebut.
Nah apa sebenarnya karomah itu, benarkah karomah bisa dipelajari ?
Berikut penjelasannya..
Anggapan keliru tentang wali :
1. Wali harus punya karomah. senantiasa memiliki kesaktian yang dapat dipergunakan sewaktu-waktu sekehendak dia.
Banyak anggapan di masyarakat bahwa seorang wali itu mesti memiliki karomah yang nyata bahkan bisa dipertontonkan kepada khalayak ramai. Seperti tahan pedang dan sebagainya. Tapi sebetulnya itu semua adalah tipuan setan. Seorang wali boleh jadi ia…

Lihat pos aslinya 3.436 kata lagi