Fadhilat Surat Al Iklas

Ada seorang pembaca blog pakar meminta saya mencarikan info berkenaan dengan fadhilat dan kelebihan Surah al-Ikhlas. Setelah saya belek2 artikel yang saya kumpul selama ini, maka berjumpalah saya dengan info seperti di bawah ini. Hmm, dah alang-alang dapat ni, maka ada baiknya saya kongsikan info berguna ini dengan para pembaca semua. Selamat membaca dan semoga ada manfaatnya.

Bismillah

Dengan nama Allah, Yang Maha Pemurah, lagi Maha Mengasihani.

A001

Katakanlah (wahai Muhammad): “(Tuhanku) ialah Allah Yang Maha Esa;

A002

“Allah Yang menjadi tumpuan sekalian makhluk untuk memohon sebarang hajat;

A003

“Ia tiada beranak, dan Ia pula tidak diperanakkan;

A004

“Dan tidak ada sesiapapun yang serupa denganNya”.

  • Dari Imam Bukhari, diriwayatkan daripada Abu Sa’id al-Khudri; seseorang mendengar bacaan surah al-Ikhlas berulang-ulang di masjid. Pada keesokan paginya dia datang kepada Rasulullah s.a.w. dan sampaikan perkara itu kepadanya kerana dia menyangka bacaan itu tidak lengkap. Rasulullah s.a.w berkata, “Demi tangan yang memegang nyawaku, surah itu seperti sepertiga al Quran!”
  • Dari Al-Muwatta’, diriwayatkan oleh Abu Hurairah; Saya sedang berjalan dengan Rasulullah s.a.w, lalu baginda mendengar seseorang membaca surah al-Ikhlas. Baginda berkata, “Wajiblah.” Saya bertanya kepadanya, “Apa ya RasulaLlah?” Baginda menjawab, “Syurga” (Wajiblah syurga bagi si pembaca itu).
  • Sabda-Sabda Rasulullah SAW, “Barangsiapa yang membaca surah Al-Ikhlas, maka seakan-akan dia telah membaca satu pertiga Al-Qur’an” (Hadith Riwayat Ahmad dan An Nasai).
  • Dari Abu Hurairah r.a. – Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa membaca ‘Qulhuallah (sehingga akhir ayat), maka seolah-olah dia telah membaca sepertiga Al-Qur’an”. “Barangsiapa yang membaca surah Al-Ikhlas tiga kali, maka seakan-akan dia telah membaca Al-quran seluruhnya”. (Hadith Riwayat Al’ugaili dan Rajaa Al Ghanawy) “Barangsiapa yang membaca surah Al-Ikhlas sebelas kali, Allah SWT membangunkan rumah untuknya di syurga..” (Hadith Riwayat Ahmad dan Muadz bin Aras).
  • Dari Ubay Ibn Ka’ab – Rasulullah SAW bersabda : “Barangsiapa membaca Surah Al-Ikhlas satu kali, maka Allah SWT menganugerahkan kepadanya pahala seorang yang beriman kepada Allah SWT, MalaikatNya, Kitab-KitabNya dan Rasul-RasulNya, dan Dia menganugerahkan kepadanya – dari – pahala seperti pahala syuhada”. Ketika aku (Rasulullah SAW) israk ke langit, maka aku telah melihat Arasy di atas 360,000 sendi dan jarak jauh antara satu sendi ke satu sendi ialah 300,000 tahun perjalanan. Pada tiap-tiap sendi itu terdapat padang Sahara sebanyak 12,000 dan luasnya setiap satu padang Sahara itu seluas dari timur ke barat (masyrik ke maghrib) Pada setiap padang Sahara itu terdapat 80,000 malaikat yang mana kesemuanya membaca surah Al-Ikhlas. Setelah mereka selesai membaca surah tersebut, maka berkata mereka “Wahai Tuhan kami, sesungguhnya pahala dari bacaan kami ini, kami berikan kepada orang yang membaca Surah Al-Ikhlas baik ianya lelaki mahupun perempuan” (Riwayat Ibnu Abbas) “Demi Allah yang jiwaku di tanganNya, sesungguhnya ‘Qul Huwallahu Ahad” itu tertulis di sayap malaikan Jibrail A.S., ‘Allahus Somad’ itu tertulis di sayap Mikail A.S., ‘Lam Yalid Walam Yuulad’ tertulis pada sayap Malaikat Izrail A.S. ‘Walam Yakullahu Kufwan Ahad’ tertulis pada sayap Israfil a.s.”

Kita dah baca betapa besarnya fadhilat dan kelebihan orang yang membaca Surah Al-Ikhlas ini. Namun, kalau kita sekadar tahu saja perkara ini tetapi tidak amalkan, maka apalah gunanya. Tersangat rugi besar lah diri kita. Jadi, apa tunggu lagi? Marilah kita memperbanyakkan membaca surah ini. Tapi jangan pula kita hanya pulun baca surah ini, sedangkan surah2 lain kita abaikan. Tak bolehlah begitu yer.

Sekian, selamat beramal.

Iklan

Basmallah

 

Rahasia Bismillah yang Sering Didengar Tapi Tak Tahu Makna
Dibaliknya!

Berdoa dan membaca Al-Qur'[an adalah anjuran bagi seluruh umat Muslim yang ingin memperoleh ridha Allah SWT dalam dunia maupun kelak nanti di akhirat. Menjadi sebuah pertanyaan, dimana sangat sering sekali saat
berdoa dan membaca tulisan pelajaran bahasa Arab, dimana seluruhnya akan menggunakan bismillah di bagian awal sebagai pembuka.

Lalu, apa sebenarnya arti dari bismillah yang sering sekali dibaca dan didengar tersebut? Seseorang yang menuliskan rahasia di balik kata bismillah, dalam sebuah ulasan berikut ini.

Di sela menunggu datangnya kumandang azan magrib kemarin, saya membaca buku yang ditulis oleh Syaikh Nawawi Al-Bantani, Syarh Marâqil Ubûdiyyah. Kitab ini adalah penjelasan kitab Bidayatul Hidayah-nya Imam Ghazali.

Seperti kebiasaan para ulama salaf dalam menulis buku selalu mengetengahkan dan meletakkan basmalah بسم الله الرحمن الرحيم , ImamGhazali juga mengawali dengan kalimat tersebut. Syaikh Nawawi sebagai penjelas kitab beliau, turut mengulas dengan indah dan penuh pelajaran untuk kita.

Menurut Syaikh Nawawi, kalimat Basmalah merupakan kesatuan dari empat kata yang berdiri secara berjajar: بسم, الله, الرحمن, الرحيم. Hal inisebagai isyarat adanya pertolongan Allah kepada para hamba-Nya yang beriman dari gangguan setan. Sebagaimana firman-Nya:

ثُمَّ لَآَتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلَا تَجِدُ
أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ

“Kemudian Saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan, dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan
mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (Qs. Al-A`raf: 17)

Berdasar ayat di atas, menurut Syaikh Nawawi, dengan membaca Basmalah
Allah akan memberikan perlindungan dan pengayoman dari segala mara bahaya dan rasa was-was. Di samping itu, sebagai petunjuk bahwa kemaksiatan seseorang berporos pada empat hal: kemaksiatan yang dilakkan secara sembunyi-sembunyi, terang-terangan, di waktu pagi, dan di waktu
siang. Dengan membaca Basmalah, dosa aneka kemaksiatan terhapus dan pupus berkat membaca Basmalah.

Lebih lanjut, Syaikh Nawawi memberi arti di balik tiap huruf yang menempel pada kalimat Basmalah ini.

Pertama, Ba`: Barâ-atullah. Artinya jaminan keselamatan kepada orang-orang yang berbahagia dengan iman dalam dadanya. Dalam makna yang lebih dalam, orang beriman tidak boleh alpa dari membaca Basmalah dalam keadaaa apapun, selama perbuatan itu berada dalam kebaikan.

Kedua, Sîn: Satrullah. artinya perlindungan Allah. Makna ini memberi penjelasan bahwa orang mukmin tidak pernah melewatkan tiap langkahnya dengan membaca Basmalah yang dengannya, kala ia bertemu orang yang
melawan Allah, ia berlindung dari kebodohannya.

Ketiga, Mîm: mahabbattuhu. Artinya rasa cinta Allah kepada seorang Muslim yang membaca Baslamah. Seseorang yang ingin memperoleh cinta Allah, tentulah bibirnya tidak kering dari Basmalah.

Keempat, Alif: ulfatuhu. Artinya keramahan Allah. Allah itu Maharamah, Mahapengasih lagi Mahapenyayang. Keramahan Allah akan semakin muncul kepada mereka yang membaca Basmalah.

Kelima, Lâm: lathâfatuhu. Artinya kelembutan Allah. Hikmah di balik membaca Basmalah mendapat kenyamanan dan kelembutan dalam hatinya. Sikap dan sifat jelek akan hilang berganti kebaikan dan hati berhias kelembutan.

Keenam, hâ`: hidâyatuhu. Artinya petunjuk Allah. Seseorang yang membaca Basmalah, akan terbimbing dan terarah dalam naungan hidayah.

Ketujuh, Râ`: ridhwânuhu. Artinya kerelaan Allah. Ridha Allah akan menempel pada yang melafalkan Basmalah. Jika Allah telah ridha pada seseorang, tidak ada lagi gunda dan gulana, karena ridha-Nya telah hinggap dalam diri. Pelaku maksiat pun yang membaca Basmalah dengan niat taubat kepada Allah, maka bacaan tersebut menjadi jembatan ridha Allah.

Kelapan, Hâ: Hilmuhu. Artinya Kesabaran Allah. Hikmah ini memberi pelajaran tentang kesabaran Allah pada orang-orang yang berdosa. Mereka yang berbuat aniaya, kezaliman, kegaduhan yang merugikan umat manusia,kekrisuhan, akan tetap memperoleh kesabaran dari Allah dengan bacaan
Basmalah.

Kesembilan, Mîm: Minnatuhu. Anugerah Allah. Orang-orang beriman yang membaca Basmalah mendapat anugerah, kebajikan, dan anugerah Allah. Oleh karenanya, setiap perbuatan dan perkataan yang diawali dengan Basmalah, menjadi berkah untuk semua.

Kesepuluh, Nûn:Nûrul Ma`rifah. Artinya cahaya pengetahuan. Dengan kata lain, kalimat basmalah mengandung unsur cahaya Ilahi. Dan cahaya itu diberikan kepada hamba-hamba-Nya yang bertakwa.

Kesebelas, Yâ`: Yadullâh. Artinya tangan (penjagaan) Allah. Allah memberikan penjagaan pada diri orang yang membaca basmalah. Bacalah pada saat di rumah, kendaraan, tempat kerja, dan di mana saja. Dengan membaca tersebut, Allah turunkan penjagaan dan pengayoman kepadanya.

MasyaAllah, begitu indah dan sangat luar biasa sekali arti bismillah yang kita anggap hanya sebagai bagian doa saja. Ternyata arti di
dalamnya sungguhlah dalam dan menggetarkan hati.

RAHSIA BISMILLAH DAN ROH IDHAFI

*AL-RUH AL-IDHAFI*
Kata Al-Marhum Syeikh Naem As-Saufi dalam kitab Mengenal Ruh : Bermula ada pun Ruh Idhafi itu maka daripadanya asalnya Jawahir.
Ada pun Ruh Idhafi itu ialah Nuktah. Yang mengadakan Nuktah itu Zat Allah yang Maha Suci. Maka Nuktah itu adalah Titik. Maka Titik itu didalam BA, maka bernamalah ia Bismillah.

Maka dari huruf Bismillah itulah asalnya kejadian alam semesta dan segala isi–isinya. Apabila BA itu terbalik ianya dinamakan NUN. Maka Roh Idafi itulah izin Allah di dalam diri kita. Maka Ruh Idhafi itulah dinamakan Ujud Idhafi. Maka Ruh Idhafi itulah dinamakan Nyawa Muhammad, Nyawa Adam, Nyawa orang-orang Mukmin dan Nyawa kepada Ruhani.

Maka kenyataan Ruh Idhafi itu lah Ruhul Quddus. Maka kenyataan Ruhul Quddus itu ialah Ruhani. Kenyataan Ruhani itu ialah Nafas kita. Maka ada pun Ruh Idhafi itu didalam diri. Maka Hakeqat itu diri, dan diri itu didalam Idhafi.

Pasal Nabi Musa AS tidak kenal apa itu Idhafi, maka sebab itu Nabi Musa AS tidak kenal siapa itu Nabi Khidir AS. Maka sebab itu Nabi Musa tidak sanggup mengikuti perjalanan Nabi Khidir AS sampai pada edahnya… Wallahu’alam…

*[ Qarin jin pendamping manusia ]*

Qarin adalah jin yang dicipta oleh Allah sebagai pendamping atau kembar kepada setiap insan yang dilahirkan (manusia). Dia dikatakan sebagai“syaitan” kepada manusia itu. Setiap manusia yang dilahirkan ke dunia ini pasti ada qarin nya sendiri. Rasulullah s.a.w. tidak terkecuali.

Cuma bezanya, qarin Rasulullah adalah muslim. Manakala yang lain-lainnya
adalah kafir. Pada umumnya qarin kafir ini mendorong “dampingan”nya membuat kejahatan. Dia membisikkan was-was, melalaikan ibadah seperti solat, membaca al-Quran dan sebagainya. Malah ia bekerja sekuat tenaga untuk menghalang manusia dampingannya melakukan ibadah dan kebaikan.

Untuk mengimbangi usaha qarin ini Allah utuskan malaikat (Maha Adil Allah). Malaikat ini akan membisikkan hal-hal kebenaran dan mengajak membuat kebaikan. Maka terpulanglah kepada setiap manusia membuat pilihan.Walau bagaimanapun orang2 Islam mampu menguasai dan menjadikan pengaruh
qarinnya lemah tidak berdaya.

Caranya ialah dengan membaca “Bismillahir Rahmanir Rahim” (basmalah) sebelum melakukan sebarang pekerjaan, banyak berzikir, membaca al-Quran, melakukan kebaikan dan taat melaksanakan perintah Allah. Secara tidak langsung manusia itu akan meninggalkan nafsu syahwat dan sifat-sifat
tercela. Membersihkan dirinya bersesuaian dengan martabat malaikat tersebut.

Pernah satu ketika dulu para ‘ustaz” pendakwah menceritakan bahawa apabila kita makan berserta Bismillah…. syaitan akan kelaparan dan kurus tetapi jika sebaliknya ia semakin gemuk. Pada awalnya memang
mengelirukan dan sukar difahami bagaimana syaitan itu boleh kurus kerana bukan kita seorang sahaja manusia di muka bumi ini. Bukan semuanya baca basmalah bila hendak makan dan minum. Setelah dibangkitkan soal qarin ini baharulah kita faham kedudukan sebenarnya. Syaitan yang dimaksudkan
ialah jin qarin ini (sifatnya berlawanan dengan sifat malaikat – sebab itu disebut syaitan) dan ia khusus untuk setiap individu.

Sabda Rasulullah s.a.w. daripada Abdullah Mas’ud r.a. maksudnya: “Setiap kamu ada Qarin daripada bangsa jin, dan juga Qarin daripada bangsa malaikat. Mereka bertanya: “Engkau juga ya Rasulullah.” Sabdanya: “Ya
aku juga ada, tetapi Allah telah membantu aku sehingga Qarin itu dapat kuislamkan dan hanya menyuruh aku dalam hal kebajikan sahaja.” (Riwayat Ahmad dan Muslim)
Kewujudan qarin ialah untuk menggoda manusia, menampakkan hal-hal yang buruk dan hal-hal yang jahat-jahat seolah-olah baik pada anggapan manusia, lalu akhirnya manusia terpengaruh atau terpesong.

Dalam surah al-An’am: 112 terdapat firman Allah: “Dan demikianlah kami jadikan bagi setiap nabi itu musuh dari jenis manusia dan jin,sebahagian daripada mereka membisikkan kepada yang lain perkataan yang indah-indah untuk menipu”.

Ath-Thabarani mengisahkan riwayat dari Syuraik bin Thariq. Ia berkata,Rasululloh Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda, yang artinya: “Tidak ada seseorang di antara kalian melainkan ada baginya seorang syaitan.”
Mereka bertanya, “Juga bagimu, ya Rasulullah?” “Ya, juga bagiku, tetapi
Allah melindungiku sehingga aku selamat.”(HR. Ibnu Hibban)

Jin ini, menurut para alim ulama’, bukanlah dari kalangan jin yang biasa. Jin ini tugasnya hanya untuk menyesatkan ‘tuan’nya, yang
didampingi dari awal kelahiran hingga kematian manusia tersebut. Ada juga qaul yang menyatakan bahawa jin ini dilahirkan bersama-sama kita, akan tetapi ianya tidak mati apabila kita meninggal dunia kerana hayat mereka dipanjangkan Allah, dan mereka hanya dimatikan menjelang hari Qiamat.

Ketika manusia mati sama ada dalam keadaan beriman kepada Allah atau mati dalam keadaan murtad, syirik atau kufur hasil daripada tipu helah iblis dan syaitan yang sentiasa berada di samping manusia, menemani manusia ke mana dia pergi, ataupun mati dalam Islam tetapi bergelumang dalam maksiat.

Qarin akan berpisah dengan “kembar”nya apabila manusia meninggal dunia.Roh manusia akan ditempatkan di alam barzakh, sedangkan qarin terus hidup kerana lazimnya umur jin adalah panjang. Walau bagaimanapun,
apabila tiba hari akhirat nanti maka kedua-duanya akan dihadapkan ke hadapan Allah untuk diadili.Tetapi qarin akan berlepas tangan dan tidak bertanggungjawab atas
kesesatan atau kederhakaan manusia.

*[ HAKIKAT MUHAMMAD ]*

Dalam bahasa tasawuf/sufi hakikat muhammad berhubungan dengan roh al
quddus dengan roh al-muhammadiyah. dibawah ini penulis kemukakan analis
hal tsb dalam perspektif wali agung Syeikh Abdul Qodir al-Jaelani dan juga dalam perspektif wali di tanah jawa , yang sebagian perjalanan pemahaman tentang tasawufnya banyak di pengaruhi oleh wali agung Syeikh
al-Jaelani.

Anda mungkin pernah bertanya-tanya mengapa wajah rasulullah tidak bisa
atau tidak boleh di gambarkan? .. alasan yang muncul kadang karena pada saat itu belum ada fotografi sehingga gambarnya tidak mungkin tepat,kalau hanya itu alasannya, kurang tepat bagi saya, karena pasa masa nabi-nabi yang lain juga belum ada tekhnik foto, dan tidak
dipermasalahkan gambar-gambar para nabi dan wali yang ada.

Kalau kita melihat banyak kitab dan buku yang ada, pengambaran Allah dan Nabi Muhammad diilustrasikan dengan dengan cahaya yang terang benderang.inspirasi dari ilustrasi cahaya tsb sebenarnya berasal dari QS:Al-Nur:35 tentang nur illahi. Sementara Muhammad adalah personalisasi di dunia nur
tsb, maka dalam hal sosok Muhammad yang harus di perhatikan bukan person historisnya ,akan tetapi essensinya dalam bentuk substansi nur muhammad,cahaya pilihan dalam bentuk manusia yang terpuji (Sempurna), karena justru dengan nur muhammad itulah, maka person historis Nabi Muhammad bermakrifat secara musyahadah dan dengan mata telanjang(Ibn Arabi:26)

dan dengan cahaya makrifat Nabi Muhammad maka seluruh makhluk dapat mengenali, dan melalui keutamaannya mengungguli seluruh makhluk, mereka memberi pengakuan. Jelas menurut Syeikh al-Jaelani, Nur Muhammad ciptaan pertama dan utama Allah,yang di cipta dari nur Allah (esensi) sendiri,atau memang cahaya khusus yang di karuniakan Allah sendiri, untuk merujuk pada keutamaan dan kemuliaanya sebagai prototipe al-insan
al-kamil(al-jaelani:121).

Dalam kaitan bahwa Nabi Muhammad Hakikatnya bukan sosok historisnya yang
harus di rujuk, maka asma’ Muhammad bukanlah nama asal dari rasulullah yang agung ini. Muhammad adalah nama dunianya, di mana nama aslinya sejak kecil adalah “Ahmad”, sosok yang penuh dengan keterpujian,sementara secara sepiritualnya, dan dalam posisinya terhadap Allah,
Rasulullah mengemukakan dirinya sendiri bahwa: Ana Ahmadun bi-la mim”.
Artinya pada dirinya tidak lain penyandang nama “Ahad” dia adalah pengejawentahan dari Yang Esa. Inilah yang juga di sebut Roh Al- Quds, roh suci untuk meneruskan penzahiran yang paling sempurna dalam peringkat alam lahut(Al-jaelani:27) dalam hal ini para wali kuno tanah jawa memberikan penjelasan secara tepat sbb:

‘…. Muhammad itu pada hakikatnya Nur Allah, yang dalam bentuk lahir ialah muhammad “… persis ungkapan Al Ghazali: bahwa Muhammad yang seorang nabi/rasul dengan Muhammad yang seorang arab mesti kita harus bisa membedakan walaupun memang kenyataanya Nabi Muhammad lahir di
jazirah arab.

Di sinilah rahasia dari menyatunya syahadat rasul ke dalam syahadat tauhid, dan inilah jawaban mengapa sejak Nabi Adam AS menghuni surga,digerbangnya sudah terdapat tulisan syahadat rasul ini. Ya Nur Muhammada
selalu menyertai roh dari semua jiwa yang akan dan pernah ada di alam semesta ini. Ini pula kunci rahasia mengapa para nabi yang pernah ada memohon kepada Allah agar di jadikan sebagai umat Nabi Muhammad
saw.(Al-jaelani :121).

Nur muhammad dalam perspektih Syaikh Abdul Qodir Al-Jaelani di sebut dengan sebutan Roh Muhammad, yang diciptakan dari cahaya ketuhanan(nurun ala nurin) nur Muhammad merupakan realitas ghaib yang menjadi
inti segala penciptaan. Oleh karenanya kadang ia disebut Nur, Roh, Qalam (tercipta dari perkataan kun). Ia merupakan realitas yang memiliki banyak nama menurut fungsi dan dari mana sudut mana kita memandang
(al-jaelani:7).

Maka realitas batin seperti inilah yang diberikan kepada orang-orang sufi sebagai Hakikat Al-Muhammadiyah. Jika disebut dengan nur tau cahaya karena ia memang bebas dan bersih dari segala kegelapan, karena adanya cahaya tsb. Realitas dalam fungsinya di dunia tampak pada gelarnya sebagai ‘Aql al-kull(Akal semesta) karena pengetahuanya tentang segala sesuatu.

Ia mendapat gelar Qalam, karena dari pengetahuannya dalam akal semesta ia menyebarkan ilmu dan hikmah dan menzahirkan ilmu dalam bentuk huruf dan perkataan, ia disebut roh karena menjadi esensi kehidupan, dan memunculkan yang hidup.

Maka menurut Al-Jaelani, Muhammad adalah nama insan dalam alam gaib, dimana roh berkumpul, yang menjadi sumber dan asal segala sesuatu. Disinilah letak dari logika bahwa Allah menciptakan alam, karena akan
menciptakan person dari muhammad utk keperluan alam ini. Dari kelahiran Nur Muhammad inilah diikuti oleh penciptaan makhluk-makhluk yang lain serta Arsy-nya.

Dalam pengejawentahannya, menurut al Jaelani dan para tokoh sufi lainya,Allah kemudian menurunkan nur dari tempat kejadiannya, yaitu alam lahut ke alam asma’ Allah, yaitu alam penciptaan sifat-sifat Allah dan alam akal roh semesta. Kemudian di turunkan lagi ke alam malaikat utk di
pakaikan pakaian kemalaikatan. Lalu diturunkan lagi ke alam ajsam yang
terjadi unsur api, udara, air dan tanah, disitulah roh diberikan jasmaniah beserta nafsu-nafsunya(al-jaelani:9).

Setelah roh mengalami badanisasi inilah ia mulai mengalami kehilangan nur, dan lupa akan asal serta perjanjian azalinya dengan Allah. Namun Allah juga tetap memberikannya bekal untuk kembali dalam bentuk mata
hati atau bashirah yang menjadi gerbang bagi gerak bebas roh al -idhafi sebagai mursyid setiap jiwa. Hanya saja, basirah ini akan berfungsi optimal kalau seseorang selalu berada dalam taqarrubnya kepada Allah.
Dengan bashirahnya inilah ia akan sanggup menembus kabut alam ghaib, dan menyingkap segala hijab yang menjadi penghalangnya untuk kembali kepada Allah.

Orang sudah dapat memfungsikan bashirahnya dan mendayagunakan Roh Al-Muhammad-nya sebagai pusat perjalanan sepiritualnya. maka ia akan bisa menembus semesta, karena letak nur muhammad itu sendiri berada di langit tujuh berada dalam arsy-nya yang menyatu dan menyanding dengan Allah itu sendiri. Ia akan dapat kembali terserap dalam kesatuan nur essensial, sehingga ia dapat melihat apa yang belum pernah dilihat, dan mengatasi semua penglihatan dan benda yang dapat dilihat..

Menurut Al-Jaelani, hal yang di perlukan orang awam utk membuka bashirahnya adalah dengan mencari orang yang bashirohnya sudah terbuka dan sudah di daya gunakan secara optimal. Hanya melalui orang yang sudah mata hatinya sudah di fungsikan secara semestinya, orang awam dapat memasuki dunia sufisme, serta menunggu giliranya untuk terbukanya mata bashirohnya kepada Allah, karena hanya dengan terbukanya pintu
bashirohnya inilah, maka ia dapat menjalani fungsi utamanya di ciptakan di dunia, yakni untuk bermakrifatullah. Yang harus di ingat adalah bahwa bahwa posisi Roh Al-Muhammadiyah ini hanya dapat bertahan dan berfungsi pada pribadi rasul, nabi, auliya’ dan kekasih-kekasihnya. Maka tidak ada pilihan lain bagi diri kita masing-masing untuk semaksimal mungkin agar dapat menjadi hamba dan kekasih Allah.

Tentu sempat muncul pertanyaaan , mengapa roh suci ini di turunkan kedunia yang fana’ ini ? Ia di hantarkan ketempat yang paling terendah
supaya ia dapat kembali ke asalnya yaitu berpadu dan berdampingan dengan Allah saja atau “innal lillahi wa inna ilahi rajiun”. seperti ketika ia berada dalam pakaian daging, darah, dan tulang itu. melalui mata hati Yang ada di dalam wadag-nya, ia dapat selalu menanam, memelihara dan memupuk benih kesatuan dan ke-esaan, serta berusaha menyuburkan rasa
“berpadu” dan berdampingan” dengan Allah. Demikian menurut Syaikh Abdul QodirAl-Jaelani (al-jaelani:28). Inilah hakikat roh suci.

Adapun ganjaran bagi roh suci, menurut al-jaelani, adalah melihat makhluk yang pertama dilahirkan. Ketika itu, ia akan dapat melihat
keindahan Allah. Kepadanya di perlihatkan rahasia illahiah. penglihatan dan pendengaranya menjadi satu. tidak ada perbandingan, tidak ada persamaan, dengan sesuatu apapun. Dilihatnya kesatuan Jalal (kegagahan,kemurkaan)dengan sifat Jamal (keindahan, kecantikan) Allah. Sifat Jalal
dan Jamal menjadi satu dalam pandanganya (al-jaelani:27). Inilah kunci kearifan dirinya sebagai buah makrifat dan hakikat yang telah disaksikan dan dialami oleh roh suci. Ia mendapat karunia kebeningan dan kesucian
batinya berupa shafa’ al-asror (rahasia-rahasia suci). Dan pengalaman parawali inilah yang menjadikan benar-benar hidup di sisi tuhannya, walaupun jasad kita kembali kepada zatnya masing. Inilah kehidupan sejati yang perlu kita capai hidup penuh dengan kesempurnaan di sisi illahi rabbi………………….

*[ 9 JENIS ROH ]*

Menurut ilmu batin pada diri manusia terdapat sembilan jenis Roh. Masing-masing roh mempunyai fungsi sendiri-sendiri. Ke sembilan macam roh yang ada pada manusia itu adalah sebagai berikut :

*1. Roh Idofi (Roh Ilofi) : *Adalah roh yang sangat utama bagi manusia.Roh Idofi juga disebut “JOHAR AWAL SUCI”, karena roh inilah maka manusia dapat hidup. Bila roh tersebut keluar dari raga, maka manusia yang
bersangkutan akan mati. Roh ini sering disebut “NYAWA”. Roh Idofi merupakan sumber dari roh-roh lainnyapun akan turut serta. Tetapi
sebaliknya kalau salah satu roh yang keluar dari raga, maka roh Idofi tetap akan tinggal di dalam jasad. Dan manusia itu tetap hidup. Bagi
mereka yang sudah sampai pada irodat Allah atau kebatinan tinggi, tentu akan bisa menjumpai roh ini dengan penglihatannya. Dan ujudnya mirip diri sendiri, baik rupa maupun suara serta segala sesuatunya.

Bagai berdiri di depan cermin. Meskipun roh-roh yang lain juga demikian, tetapi kita dapat membedakannya dengan roh yang satu ini. Alamnya roh idofi berupa nur terang benderang dan rasanya sejuk tenteram (bukan dingin). Tentu saja kita dapat menjumpainya bila sudah mencapai tingkat”INSAN KAMIL”.

*2. Roh Rabani : *Roh yang dikuasai dan diperintah oleh roh idofi. Alamnya roh ini ada dalam cahaya kuning diam tak bergerak. Bila kita berhasil menjumpainya maka kita tak mempunyai kehendak apa-apa. Hatipun
terasa tenteram. Tubuh tak merasakan apa-apa.

*3. Roh Rohani : *Roh inipun juga dikuasai oleh roh idofi. Karena adanya roh Rohani ini, maka manusia memiliki kehendak dua rupa. Kadang-kadang suka sesuatu, tetapi di lain waktu ia tak menyukainya. Roh ini mempengaruhi perbuatan baik dan perbuatan buruk. Roh inilah yang menepati pada 4 jenis nafsu, yaitu :

· Nafsu Luwamah (aluamah)
· Nafsu Amarah
· Nafsu Supiyah
· Nafsu Mulhamah (Mutmainah)

Kalau manusia ditinggalkan oleh roh rohani ini, maka manusia itu tidak mempunyai nafsu lagi, sebab semua nafsu manusia itu roh rohani yang mengendalikannya. Maka, kalau manusia sudah bisa mengendalikan roh rohani ini dengan baik, ia akan hidup dalam kemuliaan. Roh rohani ini sifatnya selalu mengikuti penglihatan yang melihat. Di mana pandangan
kita tempatkan, di situ roh rohani berada. Sebelum kita dapat menjumpainya, terlebih dulu kita akan melihat bermacam-macam cahaya bagai kunang-kunang. Setelah cahaya-cahaya ini menghilang, barulah muncul roh rohani itu.

*4. Roh Nurani : *Roh ini di bawah pengaruh roh-roh Idofi. Roh Nurani ini mempunyai pembawa sifat terang. Karena adanya roh ini menjadikan manusia yang bersangkutan jadi terang hatinya. Kalau Roh Nurani meninggalkan tubuh maka orang tersebut hatinya menjadi gelap dan gelap fikirannya.

Roh Nurani ini hanya menguasai nafsu Mutmainah saja. Maka bila manusia ditunggui Roh Nurani maka nafsu Mutmainahnya akan menonjol, mengalahkan nafsu-nafsu lainnya.
Hati orang itu jadi tenteram, perilakunyapun baik dan terpuji. Air mukanya bercahaya, tidak banyak bicara, tidak ragu-ragu dalam menghadapi segala sesuatu, tidak protes bila ditimpa kesusahan. Suka, sedih, bahagia dan menderita dipandang sama.

*5. Roh Kudus (Roh Suci): *Roh yang di bawah kekuasaan Roh Idofi juga. Roh ini mempengaruhi orang yang bersangkutan mau memberi pertolongan kepada sesama manusia, mempengaruhi berbuat kebajikan dan mempengaruhi berbuat ibadah sesuai dengan kepercayaan yang dianutnya.

*6. Roh Rahmani : *Roh di bawah kekuasaan roh idofi pula. Roh ini juga disebut Roh Pemurah. Karena diambil dari kata “Rahman” yang artinya pemurah. Roh ini mempengaruhi manusia bersifat sosial, suka memberi.

*7. Roh Jasmani : *Roh yang juga di bawah kekuasaan Roh Idofi. Roh ini menguasai seluruh darah dan urat syaraf manusia. Karena adanya roh jasmani ini maka manusia dapat merasakan adanya rasa sakit, lesu, lelah,
segar dan lain-lainnya. Bila Roh ini keluar dari tubuh, maka ditusuk jarumpun tubuh tidak terasa sakit. Kalau kita berhasil menjumpainya,maka ujudnya akan sama dengan kita, hanya berwarna merah.
Roh jasmani ini menguasai nafsu amarah dan nafsu hewani. Nafsu hewani ini memiliki sifat dan kegemaran seperti binatang, misalnya: malas, suka setubuh, serakah, mau menang sendiri dan lain sebagainya.

*8. Roh Nabati : *Ialah roh yang mengendalikan perkembangan dan pertumbuhan badan. Roh ini juga di bawah kekuasaan Roh Idofi.

*9. Roh Rewani :* Ialah roh yang menjaga raga kita. Bila Roh Rewani keluar dari tubuh maka orang yang bersangkutan akan tidur. Bila masuk ke tubuh orang akan terjaga. Bila orang tidur bermimpi dengan arwah
seseorang, maka roh rewani dari orang bermimpi itulah yang menjumpainya.
Jadi mimpi itu hasil kerja roh rewani yang mengendalikan otak manusia.Roh Rewani ini juga di bawah kekuasaan Roh Idofi. Jadi kepergian Roh Rewani dan kehadirannya kembali diatur oleh Roh Idofi. Demikian juga
roh-roh lainnya dalam tubuh, sangat dekat hubungannya dengan Roh Idofi.

HAKIKAT BISMILLAH HURUF PER HURUf

Dalam suatu hadits Nabi saw. Beliau bersabda, Setiap kandungan dalam seluruh kitab-kitab Allah diturunkan, semuanya ada di dalam Al Quran. Dan seluruh kandungan Al Quran ada di datam Al Fatihah. Dan semua yang ada dalam Al Fatihah ada di dalam Bismillah hirrahmaan nirrahiim.

Bahkan disebutkan dalam hadits lain, setiap kandungan yang ada dalam Bismillah hirrahmaan nirrahiim ada di dalam huruf Baa, dan setiap yang terkandung di dalam Baa ada di dalam titik yang berada dibawah Baa.

Sebagian para Arifin menegaskan, Dalam perspektif orang yang makrifat kepada Allah, Bismillaah hirrahmaan nirrahim itu kedudukannya sama dengan kun dari Allah.

Perlu diketahui bahwa pembahasan mengenai Bismillah hirrahmaan nirrahiim banyak ditinjau dari berbagai segi, baik dari segi gramatikal (Nahwu dan sharaf) atau pun segi bahasa (etimologis), disamping tinjuan dari materi
huruf, bentuk, karakteristik, kedudukan, susunannya serta keistemewaanya
atas huruf-huruf lainnya yang ada dalam Surat Pembuka Al Qur’an, kristalisasi dan spesifikasi huruf huruf yang ada dalam huruf Baa,
manfaat dan rahasianya.

Tujuan kami bukan mengupas semua itu, tetapi lebih pada esensi atau hakikat makna terdalam yang relevan dengan segala hal di sisi Allah swt, Pembahasannya akan saling berkaitan antara satu sama lainnya, karena seluruh tujuannya adalah Ma’rifat kepada Allah swt.

Kami memang berada di gerbangNya, dan setiap ada limpahan baru di dalam jiwa maka ar-Ruhul Amin turun di dalam kalbunya kertas. Ketahuilah bahwa Titik yang berada dibawah huruf Baa’ adalah awal mula setiap surat dan
Kitab Allah Ta’ala. Sebab huruf itu sendiri tersusun darititik, dan sudah semestinya setiap Surat ada huruf yang menjadi awalnya, sedangkan setiap huruf itu ada titik yang menjadi awalnya huruf. Karena itu menjadi keniscayaan bahwa titik itu sendiri adalah awal dan pada setiap surat dan Kitab Allah Ta’ala.

Kerangka hubungan antara huruf Baa dengan Tititknya secara komprehensif akan dijelaskan berikut nanti. Bahwa Baa dalam setiap surat itu sendiri sebagai keharusan adanya dalam Basmalah bagi setiap surat, bahkan di dalam surat Al-Baqarah. Huruf Baa itu sendiri mengawali ayat dalam surat tersebut. Karena itu dalam konteks inilah setiap surat dalam Al-Qur’an mesti diawali dengan Baa sebagaimana dalam hadits di atas, bahwa seluruh
kandungan Al-Qur’an itu ada dalam surah Al-Fatihah, tersimpul lagi di dalam Basmalah, dan tersimpul lagi dalam Huruf Baa, akhirnya pada titik.

Hal yang sama , Allah SWT dengan seluruh yang ada secara paripurna sama sekali tidak terbagi-bagi dan terpisah-pisah. Titik sendiri merupakan syarat-syarat dzat Allah Ta’ala yang tersembunyi dibalik khasanahnya
ketika dalam penampakkan-Nya terhadap mahlukNya. Amboi, titik itu tidak tampak dan tidak Layak lagi bagi anda untuk dibaca selamanya mengingat kediaman dan kesuciannya dari segala batasan, dari satu makhraj ke makhraj lainya. Sebab ia adalah jiwa dari seluruh huruf yang keluar dari
seluruh tempat keluarnya huruf. Maka,camkanlah, dengan adanya batin dari
Ghaibnya sifat Ahadiyah.

Misalnya anda membaca titik menurut persekutuan, seperti huruf Taa’ dengan dua tik, lalu Anda menambah satu titik lagi menjadi huruf Tsaa’, maka yang Anda baca tidak lain kecuali Titik itu sendiri. Sebab Taa’ bertitik dua, dan Tsaa’ bertitik tiga tidak terbaca,karena bentuknya satu, yang tidak terbaca kecuali titiknya belaka. Seandainya Anda membaca di dalam diri titik itu niscaya bentuk masing-masing berbeda dengan lainnya. Karena itu dengan titik itulah masing-masing dibedakan,
sehingga setiap huruf sebenarnya tidak terbaca kecuali titiknya saja.Hal yang sama dalam perspektif makhluk, bahwa makhluk itu tidak dikenal kecuali Allah.

Bahwa Anda mengenal-Nya dari makhluk sesungguhnya Anda mengenal-Nya dari
Allah swt. Hanya saja Titik pada sebagian huruf lebih jelas satu sama lainnya, sehingga sebagian menambah yang lainnya untuk
menyempurnakannya, seperti dalam huruf-huruf yang bertitik, kelengkapannya pada ttik tersebut. Ada sebagian yang tampak pada
kenyataannya seperti huruf Alif dan huruf-huruf tanpa Titik.

Karena huruf tersebut juga tersusun dari titik-titik. Oleh sebab itulah, Alif lebih mulia dibanding Baa’,karena Titiknya justru menampakkan diri dalam wujudnya, sementara dalam Baa’ itu sendiri tidak tampak (Titik berdiri sendiri). Titik di dalam huruf Baa’ tidak akan tampak, kecuali dalam rangka kelengkapannya menurut perspektif penyatuan. Karena Titik suatu huruf Merupakan kesempurnaan huruf itu sendiri dan dengan sendirinya menyatu dengan huruf tersebut. Sementara penyatuan itu sendiri
mengindikasikan adanya faktor lain, yaitu faktor yang memisahkan antara huruf dengan titiknya.

Huruf Alif itu sendiri posisinya menempati posisi tunggal dengan sendirinya dalam setiap huruf. Misalnya Anda bisa mengatakan bahwa Baa’itu adalah Alif yang di datarkan Sedang Jiim, misalnya, adalah Alif dibengkokkan’ dua ujungnya. Daal adalah Alif yang yang ditekuk tengahnya.

Sedangkan Alif dalam kedudukan titik, sebagai penyusun struktur setiap huruf ibarat Masing-masing huruf tersusun dari Titik. Sementara Titik bagi setiap huruf ibarat Neucleus yang terhamparan. Huruf itu sendiri seperti tubuh yang terstruktur. Kedudukan Alif dengan kerangkanya seperti kedudukan Titik. Lalu huruf-huruf itu tersusun dari Alif sebagimana kita sebutkan, bahwa Baa’ adalah Alif yang terdatarkan.

Demikian pula Hakikat Muhammadiyyah merupakan inti dimana seluruh jagad
raya ini diciptakan dari Hakikat Muhammadiyah itu. Sebagaimana hadits
riwayat Jabir, yang intinya Allah swt. menciptakan Ruh Nabi saw dari Dzat-Nya, dan menciptakan seluruh alam dari Ruh Muhammad saw. Sedangkan Muhammad saw. adalah Sifat Dzahirnya Allah dalam makhluk melalui Nama-Nya dengan wahana penampakan Ilahiyah.

Anda masih ingat ketika Nabi saw. diisra’kan dengan jasadnya ke Arasyyang merupakan Singgasana Ar-Rahman. Sedangkan huruf Alif, —walaupun huruf-huruf lain yang tanpa titik sepadan dengannya, dan Alif merupakan
manifestasi Titik yang tampak di dalamnya dengan substansinya — Alif memiliki nilai tambah dibanding yang lain. Sebab yang tertera setelah Titik tidak lain kecuali berada satu derajat. Karena dua Titik manakala
disusun dua bentuk alif, maka Alif menjadi sesuatu yang memanjang. Karena dimensi itu terdiri dari tiga: Panjang, Lebar dan Kedalaman.

Sedangkan huruf-huruf lainnya menyatu di dalam Alif,seperti huruf Jiim. Pada kepala huruf Jiim ada yang memanjang, lalu pada pangkal juga memanjang, tengahnya juga memanjang. Pada huruf Kaaf misalnya, ujungnya memanjang, tengahnya juga memanjang namun pada pangkalnya yang pertama lebar.

Masing-masing ada tiga dimensi. Setiap huruf selain Alif memiliki dua atau tiga jangkauan yang membentang. Sementara Alif sendiri lebih mendekati titik. Sedangkan titik , tidak punya bentangan. Hubungan Alif diantara huruf-huruf yang Tidak bertitik, ibarat hubungan antara Nabi Muhammad saw, dengan para Nabi dan para pewarisnya yang paripurna. Karenanya Alif mendahului semua huruf.

Diantara huruf-huruf itu ada yang punya Titik di atasnya, ada pula yang punya Titik dibawahnya,Yang pertama (titik di atas) menempatip osisi
“Aku tidak melihat sesuatu sebelumnya) kecuali melihat Allah di sana”.

Diantara huruf itu ada yang mempunyai Titik di tengah, seperti Titik putih dalam lobang Huruf Mim dan Wawu serta sejenisnya, maka posisinya pada tahap, ”Aku tidak melihat sesuatu kecuali Allah didalamnya.”
Karenanya titik itu berlobang, sebab dalam lobang itu tampak sesuatu selain titik itu sendiri Lingkaran kepada kepala Miim menempati tahap,
“Aku tidak melihat sesuatu” sementara Titik putih menemptai “Kecuali aku melihat Allah di dalamnya.”

Alif menempati posisi “Sesungguhnya orang-orang yang berbaiat kepadamu
sesungguhnya mereka itu berbaiat kepada Alllah.” Kalimat “sesungguhnya”
menempati posisi arti “Tidak”, dengan uraian “Sesungguhnya orang-orang berbaiat” kepadamu tidaklah berbaiat kepadamu tidaklah berbaiat kepadamu, kecuali berbaiat kepada Allah.”

Dimaklumi bahwa Nabi Muhammad saw. dibaiat, lalu dia bersyahadat kepada
bersyahadat kepada Allah pada dirinya sendiri, sesungguhnya tidaklah dia itu berbaiat kecuali berbaiat kepada Allah. Artinya, kamu sebenarnya tidak berbaiat kepada Muhammad saw. tetapi hakikat-nya berbaiat kepada
Allah swt. Itulah arti sebenarnya dari Khilafah tersebut.

(disarikan dari tafsir Al-Qur’an karya lbnu ‘Araby)

HAKIKAT BISMILLAH (I)

Penjelmaan duniawi dari pola dasar ilahi, yang disebut didalam Al-Qur’an dengan penulisan pena dan tempat tinta, memiliki suatu pokok signifikasi spiritual. Dapat dikatakan, bahwa Al-Qur’an merupakan suara dari firman
Tuhan yang diembuskan ke hati Nabi dan kemudian kepada para sahabat dan
generasi-generasi selanjutnya.

Sayyidina Ali Karamallahu Wadz’hahu mengatakan : “ Bahwa seluruh Al-Qur’an itu terkandung didalam surat Al-Fatihah”, sedangkan surat Al-Fatihah itu sendiri terkandung di dalam Bismillah (bismallah).

Karena adanya suatu kehadiran ilahi dalam teks Al-Qur’an , yakni Bismillah (Basmallah), maka kalimat Bismillah inipun merupakan
pengejawantahan yang dapat dilihat dari firman ilahi itu, untuk membantu kaum muslim menembus kedalam dan ditembusi oleh kehadiran ilahi yang sesuai dengan kapasitas spiritual setiap orang Islam.

Bismillah membantu manusia untuk menembus selubung eksistensi material, sehingga memperoleh jalan masuk ke barakah yang terletak didalam firman ilahi dan untuk mengenyam hakikat alam spiritual, karena Bismillah itupun adalah suatu pengejawantahan visual dari kristalisasi
realitas-realitas spiritual (Al-Haqa’iq) yang terkandung didalam wahyu Islam pertama :

“Iqraa bismirabbikaal ladzii khalaq” : Dengan menyebut nama Tuhanmu yang menciptakan (Q.S. : 96 : 1)

Kalimat “Bismillah” merupakan hasil dari pengejawantahan ke-Esaan pada bidang keanekaragaman. Kalimat suci ini merefleksikan kandungan prinsip keEsaan ilahi, kebergantungan seluruh keanekaragaman kepada Yang Esa,
kesementaraan dunia dan kualitas-kualitas positif dari eksistensi kosmos atau makhluk, sebagaimana difirmankan oleh Allah Swt didalam Al-Qur’an:

“Yaa Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia” (Q.S. 3: 191)

Allah Swt menurunkan kalimat suci “Bismillah” dalam wujud fisik (yang tersurat) pada sebuah kitab suci Al-Qur’anul Kariim yang secara langsung dapat dipahami oleh pikiran yang sehat. Karena kalimat suci “Bismillah”
itu sendiri, memiliki realitas-realitas dasar dan perbuatan-perbuatan sebagai tangga bagi pendakian jiwa dari tingkat yang dapat dilihat dan di dengar menuju ke Yang Gaib, yang juga merupakan keheningan diatas setiap bunyi. Wujud fisik (Bismillah) inipun didasarkan pada ilmu pengetahuan tentang dunia batin yang tidak hanya berkaitan dengan penampakan lahir semata, tetapi juga dengan realitas-realitas batin “Bismillah” itu sendiri (yang tersirat)

Bismillah diilhami oleh spiritualitas Islam secara langsung yang diwahyukan oleh Allah Swt kepada Nabi, sedangkan wujudnya tentu saja dibentuk oleh karakteristik-karakteristik tertentu dari tempat penerima wahyu Al-Qur’an, yaitu : “Qalbu” (hati), yang nilai-nilai positifnya diuniversalkan Islam. Bentuk wahyu Islam yang pertama ini (Bismillah)
tidaklah mengurangi kebenaran, bahwa sumber religius dari “Bismillah” ini berasal dari kandungan batin dan dimensi spiritual Islam pula.

Hanya bagi orang yang mampu melihat relitas-realitas tersebut ataupun orang yang telah dilatih untuk memperoleh penglihatan “Al’Bashirah” (penglihatan batin) atas sesuatu yang tersembunyi dibalik rahasia
Bismillah”, dan dikarenakan “Bismillah” ini merupakan pula pesan dari ruang inti perbendaharaan yang gaib (khaza’in al-ghoybi), maka siapapun yang menerima pesan kalimat suci ini didalam hatinya ia seakan menikmati alunan nyanyian alam rahim yang membawa jiwanya sebelum episode
perjalanan duniawinya yang singkat. Agama Islam tidak berdasarkan ketegangan dramatis antara langit dan bumi, atau pengorbanan heroik dan penyelamatan melalui campur tangan Tuhan, akan tetapi Agama Islam
bertindak untuk mengembalikan kesadaran manusia, bahwa alam semesta adalah kalam ilahi dan pelengkap ayat-ayat suci tertulis yang diwahyukan dalam bahasa Arab.

Kesadaran ini diperkuat dengan tata cara “shalat” yang secara naluriah mengembalikan manusia pada keadaan primordialnya dengan menjadikan seluruh alam sebagai tempat ibadah. Begitu pula halnya kalimat
“Bismillah” yang terucap saat bersujud menyentuh bumi (shalat), adalah ;
untuk mengembalikan manusia ke-kesucian primordial (al-fithrah) saat Yang Maha Esa menghadirkan dirinya secara langsung didalam hati manusia dan “mengumandangkan sebuah simfoni abadi dalam keselarasan yang ada
pada alam yang suci”.

Kalimat suci “Bismillah” yang terucap saat berdzikir, berarti sang pendzikir telah kembali kepusat alam, bukan secara eksternal melainkan melalui hubungan batin yang menghubungkan dirinya dengan prinsip-prinsip
dan irama-irama alam primordial yang sakral dan teramat luas sekaligus merupakan suatu perumpamaan dialog suci antara seorang Hamba dengan Khaliqnya, yang menenangkan dan sekaligus mensucikan jiwanya, begitupun
“Bismillah” yang terucap disaat manusia hendak melakukan suatu pekerjaan-pekerjaan yang halal, maka kesadaran dirinya akan terbangkit dari keterlenaan, dalam dirinya melalui kesadaran akan realitas Yang
Maha Esa.

“Sebuah kesadaran yang sesungguhnya merupakan substansi dari manusia
primordial dan sebab terbentuknya eksistensi manusia “.

Hati serta jiwa seluruh muslim disegarkan oleh “keagungan, keselarasan dan kesucian” kalimat “Bismillah” dalam pada bentuk-bentuk huruf Al-Hijaiyyah yang terdiri dari tujuh huruf (Ba Sin Mim Alif Lam Lam Ha),
yang mengelilingi kaum muslim yang hidup didalam masyarakat Islam tradisional dan yang mengungkapkan keindahannya pada setiap lembaran-lembaran suci Al-Qur’an. Oleh karenanya “Bismillah” sebagai induk suci Islam yang merupakan karunia dari “Haqiqah” yang terletak dalam hati wahyu Islam.

Kalimat suci ini akan tetap demikian bagi seluruh muslim, tak peduli apakah diri mereka sadar akan haqiqah ataukah mereka yang sudah puas dengan bentuk-bentuk luarnya saja (kalimat Bismillah yang tersurat).

Bagi mereka yang mengikuti jalan menuju “haqiqah”, kalimat suci ini merupakan pembantu pertama yang sangat diutamakan untuk merenungkan ke-Esaan Ilahi Rabbi, karena huruf “Ba” yang dilambangkan oleh titik pengenal kesucian horizontal “Sin” dengan wujud lengkungan vertikal yang menghadap langit dan “Mim” yang berporos pada suatu tiang kepasrahan.

Tiga huruf-huruf suci ini secara keseluruhan melambangkan eksistensi universal untuk menuntun manusia dalam pembauran kualitas, kekuatan, dan aliran berbagai elemen agar setiap muslim mengingatkan ajaran Tuhan,
yaitu dalam bentuk alam semesta, yang benar-benar muslim atau tunduk kepada kehendak Tuhan dengan mematuhi sifat dan hukum alamnya sendiri-sendiri.

Kesucian “Bismillah” membantu manusia untuk menembus selubung eksistensi material sehingga memperoleh jalan masuk ke “Barakah” yang terletak didalam firman illahi dan untuk mengenyam suatu “rasa”, bahwa setiap jiwa akan mengenyam sesuai dengan kapasitas, keterbatasan, dan keabadiannya.

HAKIKAT BISMILLAH (II)

Huruf “Alif” didalam kalimat “Bismillah” dengan vertikalitasnya melambangkan kekuatan Tuhan dan prinsip transenden yang darinya segala sesuatu itu berasal, sedangkan dua huruf “Lam” dalam bentuk kail (mata
kail), yang melambangkan suatu peringatan agar hamba Allah berhati-hati dalam pancingan Iblis atau setan dan sekaligus merupakan pengejawantahan yang dapat dilihat dari firman ilahi, untuk membantu kaum muslim menembus kedalam dan ditembusi oleh kehadiran ilahi yang sesuai dengan
kapasitas spiritual setiap orang Islam

Hal ini pernah disinggung dalam salah satu Hadits Rasul Saw, yang menyebutkan, bahwa “Barang siapa yang melakukan sesuatu pekerjaan dengan tanpa diawali “Bismillah”, maka tidak akan ada keberkahan didalam
pekerjaannya itu”. Karena didalam makan dan minumnya manusia, Iblis akan turut andil didalamnya, jika tidak diawali dengan ucapan “Bismillah”.

Sedangkan mengenai huruf “Ha” (Ha, marbutoh), yang melambangkan realitas
lingkaran kosmos sebagai wahyu primordial Tuhan yang merupakan hasil dari pengejawantahan keEsaan pada bidang keanekaragaman. Keempat buah
huruf suci ini merefleksikan kandungan prinsip keEsaan ilahi,kebergantungan seluruh keanekaragaman kepada Yang Esa, kesementaraan dunia dan kualitas-kualitas positif dari eksistensi kosmos atau makhluk,
sebagaimana difirmankan oleh Allah Swt didalam Al-Qur’an: Yaa Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan ini dengan sia-sia”

Keempat huruf ini jika digabungkan menjadi kalimat “Allah”. Itulah alasan mengapa “Alif” menjadi sumber abjad dan huruf pertama dari nama“Tuhan Yang Maha Kekal” ini, Allah, yang bentuk visualnya benar-benar
menyampaikan seluruh doktrin metafisik Islam mengenai alam realitas.

Karena dalam bentuk tulisan dari nama “Allah” dalam bahasa Arab, kita melihat dengan jelas suatu garis horizontal, yakni gerak penulisannya, kemudian garis tegak lurus dari “Alif” dan “Lam” semacam garis melingkar, yang secara simbolis dapat disamakan dengan suatu lingkaran “Tauhid” yang mengelilingi jiwa orang Islam, “ dan sekaligus merupakan
suatu teofani dan refleksi dari ketakterbatasan kekayaan khazanah Tuhan yang tercipta setiap saat tanpa pernah kehabisan kemungkinan-kemungkinannya”. Hal ini pula yang menegaskan peran kitab suci Al-Qur’an sebagai petunjuk (Al-Huda), jalan menuju Tuhan.

“Al’Qur’an bagaikan sepercik cahaya yang menyinari kegelapan eksistensi
manusia di dunia ini”.

Misteri Zat yang menyatakan identitas, yang sekaligus merupakan sifat Tuhan yang mutlak dan juga transendensi, mencakup seluruh aspek ketuhanan yang mungkin termasuk dunia dengan pembiasan pembiasan
dari-Nya yang mengindividualisasi tak terkira banyaknya. Maka dari itu orang yang mencintai Tuhan akan selalu “mengosongkan hatinya dari segala sesuatu selain-Nya” (ini terapi yang sangat ampuh untuk mencapai puncak kekhusyuan didalam shalat); karena “ Alif Lam Lam Ha” akan menyerbu
hatinya dan tidak menyisakan ruang sedikitpun untuk sesuatu yang lain,karena seseorang hanya perlu mengetahui dan menyelami hakikat“Bismillah” ini untuk mengetahui semua yang dapat diketahui.

Nama “Allah” adalah kunci khazanah misteri Tuhan dan pintu gerbang menuju Yang Gaib dan Yang Nyata. Itulah realitas yang berdasarkan identitas esensial Tuhan dan kesucian nama-Nya. Itulah alasan mengapa
para Ahlul Hukama selalu merenungi dan menyebutkan bahwa ; “Huruf-huruf
didalam “Bismillah” turun dari dunia spiritual ke dunia fisikal dan memiliki substansi spiritual batin ketika mengenakan selubung dunia gaib
yang mampu menembus kedalam makna batinnya, dan dapat merenungkan simbol
prinsip-prinsip realitas maupun pedoman yang terwujud”

Sebenarnya seluruh manifestasi berasal dari ketujuh huruf ini (Ba Sin Mim Alif Lam Lam Ha), karena bagaimana mungkin Yang “Esa” melambangkan sesuatu yang lain dari huruf-huruf yang akan mengakui keEsaan-Nya,
apalagi penggabungan dari ketujuh huruf-huruf ini jika berbentuk huruf Arab yang memanjang dari kanan ke kiri, akan merupakan lambang
penerimaan prinsip material dan pasif, dalam arti kata “ketaqwaan mutlak” serta dimensi keindahan yang menyempurnakan ke-Agungan diri-Nya,dan sekaligus melambangkan pusat teragung yang dari-Nya segala sesuatu
itu berasal dan kemana segala sesuatu itu kembali.

“Manusia harus percaya kepada yang suci dan terlibat didalamnya, kalau tidak, maka Yang Suci akan menyembunyikan dirinya dibelakang selubung yang tidak dapat diraba dan dilalui, yang pada hakikatnya adalah, selubung jiwa rendah manusia “.

Kesucian “Bismillah” mampu menciptakan sesuatu yang bersifat spiritual sekaligus sensual, menyingkap keindahan dunia ini beserta sifat fananya,dan menjelma dalam bentuk alam transendental yang indah melalui teofani Tuhan, karena hakikat Bismillah masih suci dan dicari oleh sebagian masyarakat Islam, dan menjadi nilai universal bagi seluruh dunia pada saat kebodohan mengancam untuk mencekik “spirit Bismillah” itu sendiri.***

AWAL PENCIPTAAN BISMILLAH

Sebutir debu serta kesekejapan hidup diubah melalui tradisi menjadi sebuah bintang di cakrawala, yang diberkahi dengan kemapanan dan merefleksikan keabadian Tuhan. Menurut doktrin tradisional, realitas batin alam semesta mengungkapkan dirinya melalui mata batin atau penglihatan intelektual, “karena mata batin merupakan alat persepsi yang
berdasarkan keselarasan, sekalipun diatas bidang korporeal”.

Dalam makrokosmos, keselarasan alam semesta terwujud pada taraf realitas
yang lebih tinggi dan menjadi suram serta semakin samar dalam tingkat kosmos yang semakin rendah, karena jauh sebelum Tuhan menciptakan manusia pertama, yakni Adam As (Abul Basyar) Tuhan yang Maha Agung lebih
dulu menciptakan suatu alam yang disebut “Alam Jabbarut Malaakut”, dan dihuni oleh para malaikat-malaikat Allah yang tak terbilang banyaknya.

Sebagian dari kelompok para Malaikat-Malaikat Allah tersebut adalah kelompok Malaikat Muqarrabin, Malaikat Kurubiyyin, Malaikat Kiraman Katibin, Malaikat Arsyi, Malaikat Hafadzah dan Malaikat Aran Jabaniyyah, Malaikat Arsyi. Dan masih banyak lagi golongan Malaikat-malaikat lainnya
yang tidak dapat disebutkan disini.

Para malaikat-malaikat ini masing-masingnya mempunyai sayap, yang sayapnya saja secara langsung melambangkan “Hakikat realitas penerbangan dan pendakian melawan seluruh hal yang merendahkan derajat serta
menurunkan kekuatan atas dunia ini, yang akhirnya mengantar pada kebebasan dari kungkungan duniawi yang serba terbatas”. Seperti tersebut didalam Firman-Nya :

“ Segala puji bagi Allah pencipta langit dan bumi yang menjadikan malaikat sebagai utusan-utusan (untuk mengurus berbagai urusan) yang mempunyai sayap masing-masing (ada yang) dua, tiga empat.Allah menambahkan pada ciptaan-Nya apa yang dikehendaki-Nya, sesungguhnya Allah Maha Kuasa Atas Segala Sesuatu”. (Q.S. 35 : 1).

Menurut doktrin tradisional, “Alam Jabbarut Malakut” terdiri dari tujuh lembah pegunungan kosmik “Qaf” yang pada puncaknya terdapat singgasana Tuhan (Al-Arsy). Tuhan yang menciptakan singgasana (Al-Arsy) dari
jambrud hijau dan keempat tiangnya terbuat dari batu merah delima, yang dibawa oleh delapan Malaikatul Arsy, yang selalu bertasbih memuji Tuhannya dan mereka beriman kepada-Nya. Ketujuh lembah “Qaf” itu sendiri, adalah Lembah Thalab (pencarian), Lembah Isyq (cinta), Lembah Istighna (kepuasan), Lembah Hayrat (kekaguman), Lembah Faqr
(kemiskinan), Lembah Ma’rifah (gnosis), dan Lembah Fana (lebur).

Dimasing-masing ketujuh lembah pegunungan kosmik “Qaf” ini terdapat (tersimpan) tujuh buah huruf Al-Hijaiyyah, yakni huruf-huruf yang ada pada kalimah suci “Bismillah”. Pegunungan kosmik “Qaf” merupakan pesona
spiritual dari keindahan dan keAgungan Tuhan, yang selalu menjadi pintu gerbang untuk masuk kedalam lautan rahasia Tuhan, yang dimulai dengan kerinduan kepada-Nya, dan bergerak secara perlahan menuju penyingkapan
“hakikat Bismillah” yang suci dan mensucikan, dan akhirnya mencapai peleburan (Fana) dengan melintasi horizon esoterisme “Qaf” yang sangat luas dan tanpa batas. “Qaf, demi Al-Qur’an yang sangat mulia” (Q.S. : 50: 1)

Ekspresi universal kehidupan “Alam Jabbarut Malaakut” dan jalan inisiatik, dimungkinkan oleh tingginya tingkatan spiritual (maqam) yang sekaligus menjadi awal cikal bakal penciptaan langit dan bumi yang pada
waktu itu (di alam jabbarut malakut), langit masih berupa asap, asap yang keluar dari ketujuh lembah “Qaf”, kemudian Allah satukan dan dari asap tersebut dijadikannya tujuh lapis langit. Seperti tersebut dalam firman-Nya:
“ Yang menciptakan tujuh lapis langit “ (Q.S. :67 : 3). Dan

firman-Nya lagi : “Kemudian Dia menuju kepada penciptaan langit yang kala itu masih berupa asap” (Q.S. : 41 : 11).

Setelah tujuh lapis langit terbentuk, kemudian Allah Swt menciptakan tujuh lapis bumi yang diambil dari pegunungan kosmik “Qaf” pula. “ Allah-lah yang mnciptakan tujuh langit dan seperti itu pula bumi” (Q.S. : 65 : 12)

Catatan : Pengertian mengenai penciptaan langit dan bumi ini adalah “langit akhirat dan bumi akhirat”, karena setelah penciptaan langit dan bumi akhirat ini, Allah Swt menciptakan tujuh surga dan tujuh neraka, barulah langit dan bumi dunia Allah ciptakan dalam masa yang pada saat itu bumi masih dalam keadaan gelap gulita.

Seperti yang Allah Swt firmankan didalam Al-Qur’an : “Dan sesungguhnya telah Kami ciptakan langit dan bumi, dan apa yang ada antara keduanya dalam enam masa, dan kami sedikitpun tidak ditimpa kelelahan “ (Q.S. :
50 : 38)

Tuhan Yang Maha Esa menciptakan dunia setelah DIA (Allah) menciptakan surga dan neraka berikut wildan dan bidadari. Dunia saat itu masih dalam keadaan gelap gulita, dan setelah Nabi Adam As dan Siti Hawa terusir
dari surga, kemudian turun ke dunia, barulah Allah Swt menciptakan cahaya yang menerangi dunia (matahari-bulan-dan bintang), walau
sebenarnya penciptaan cahaya (cahaya Muhammad) ini lebih dulu dari pada
penciptaan Alam Jabbarut Malaakut, yakni “Nur Muhammad”

Tuhan adalah “cahaya langit dan bumi”. Demikian penegasan Al-Qur’an yang kemudian dimensi kosmogonis dan kosmologisnya diperkuat oleh Rasul Saw. Dengan sabdanya : “Yang pertamakali diciptakan oleh Tuhan adalah cahaya”.

“Cahaya bagaikan kutub-kutub spiritual yang menyala, laksana norma dan teladan-teladan yang hidup dan menjadi perhatian para pencari kebenaran dimana dan kapanpun yang sekaligus merupakan realitas surgawi dibalik
bentuk keduniawian”.

http://sdengine.com/ga.html

Bahaya Zina


ِسۡمِ ٱللهِ ٱلرَّحۡمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ. اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ


<

p style=”padding:10px;color:black;font-size:small;font-family:"”>

                                 Bahaya Zina 

  Zina Dalam Islam – Hukum, Bahaya dan Akibatnya

  Diantara perbuatan paling tidak beradab sekaligus merupakan kejahatan
besar, zina merupakan perbuatan paling tak senonoh yang menggambarkan
betapa akal sehat pelakunya tidak berjalan sama sekali. Padahal, Allah
SWT telah memberikan jalan yang halal melalui adanya sebuah pernikahan.

Perbuatan zina merupakan borok yang tidak hanya merugikan diri sendiri
tetapi juga orang lain dan lingkungan. Oleh sebab itu, jelas sudah bahwa
hukum berbuat zina adalah */haram/ *dan merupakan dosa besar.

      Macam – macam Zina

 1. *Zina Al-Laman*

Merupakan zina yang umumnya dilakukan dengan menggunakan panca indera,
yakni;

  * Zina mata(ain), ketika seseorang memandang lawan jenisnya
    dengan perasaan senang.
  * Zina hati(qalbi),ketika memikirkan atau mengkhayalkan lawan
    jenis dengan perasaan senang dan bahagia.
  * Zina ucapan(lisan, ketika membicarakan lawan jenis yang
    diikuti dengan perasaan senang.
  * Zina tangan(yadin), /ketika dengan sengaja memegang bagian
    tubuh lawan jenis diikuti dengan perasaan senang dan bahagia
    terhadapnya.

 2. *Zina Luar*

Adalah sebenarnya zina yang diperbuat antar lawan jenis yang bukan
muhrim dengan melibatkan alat kelamin.

  * Zina muhsan, yakni zina yang dilakukan orang yang telah
    menikah (memiliki suami atau istri).
  * Zina gairu muhsan,merupakan zina yang dilakukan oleh mereka
    yang belum pernah menikah.

      Hukuman Terhadap Orang yang Berbuat Zina

Ada tiga (3) ketetapan yang telah ditentukan oleh Allah SWT sebagai
hukuman atas mereka yang berbuat zina, yakni:

 1. Hukuman mati merupakan hukuman paling hina yang diberikan kepada
    pelaku zina. Hukuman ini bisa dijalankan dengan /rajam/ (dilempari
    batu) sampai mati. Atau bagi mereka yang belum menikah, diganti
    dengan hukum cambuk rotan sebanyak 100 kali serta diasingkan selama
    satu tahun.
 2. Allah SWT telah menyebutkan bahwa jangan berbelas kasihan pada
    mereka yang berbuat zina. Perbuatan ini merupakan dosa besar
    sehingga sekalipun orang terdekat atau keluarga yang berbuat,
    janganlah terbawa faktor kasihan maka hukuman tidak dilaksanakan.
    Bagaimana pun juga, mereka yang berbuat zina harus dihukum berat
    akibat daripada perbuatannya tersebut.
 3. Allah SWT memerintahkan agar hukuman terhadap mereka yang berbuat
    zina supaya disaksikan dihadapan orang mukimin yang banyak agar
    dijadikan sebagai pembelajaran serta memberi efek jera.

      Bahaya dari Perbuatan Zina

 1. Perbuatan zina berarti menumpuk dosa sebab zina adalah perbuatan
    yang di dalamnya terkumpul berbagai macam dosa sehingga merusak
    akhlak dan menghilangkan sikap wara’ (menjaga diri daripada
    berbuat dosa) pada mereka yang berbuat.
 2. Berbuat zina berarti menghancurkan martabatnya baik dihadapan Allah
    maupun sesama manusia. Pelakunya pun menjadi tidak memiliki rasa
    malu lagi.
 3. Menghilangkan cahaya pada wajah sehingga mereka yang berbuat zina
    akan memiliki wajah yang muram dan gelap.
 4. Tidak hanya wajah, hatinya pun diselimuti dengan kesuraman dan
    kegelapan.
 5. Mereka yang berbuat zina akan kekal dalam kemisikinan dan tak akan
    pernah merasa cukup terhadap apa yang didapatnya.
 6. Mereka yang berbuat zina akan dicampakkan oleh Allah SWT sifat liar
    di hatinya.
 7. Mendapat kehinaan dihadapan Allah SWT. Bahkan oleh sesama manusia
    pun akan memandang dengan jijik serta menghilangkan rasa kepercayaan.
 8. Akan tercium darinya bau busuk oleh orang mukmin yang hatinya bersih
    (qalbum salim).
 9. Orang yang berzina hatinya menjadi sempit sehingga apa-apa yang ia
    dapat dalam kehidupan menjadi tidak baik.
10. Haram kepada para penzina mendapatkan bidadari di surga kelak.
11. Dapat memutus tali silaturrahmi, menjadikan sifat zhalim, durhaka
    kepada orang tua, memperoleh nafkah atau pekerjaan yang haram, serta
    tersia-siakan keluarga dan keturunannya.
12. Merusak masa depan.
13. Merupakan aib berkepanjangan.
14. Kehilangan kesuciannya sebagai wanita, dan menjadikan lelaki yang
    berbuat sebagai orang yang bejat dan keduanya sama-sama tidak bermoral.
15. Dapat memicu pertengkaran, permusuhan, sampai pada dendam.
    Sponsors Link

16. Berisiko terjadinya tindakan aborsi (pengguran kandungan secara
    paksa). Apabila janin tersebut meninggal, maka bertambahlah dosa
    yang didapatnya selain zina juga pembunuhan.
17. Jembatan untuk menularnya berbagai macam penyakit berbahaya seperti
    AIDS dan Gonorhea.

      Balasan di Dunia dan Akhirat Terhadap yang Berbuat Zina

Nabi Muhammad SAW telah memberitahukan kepada kita semua bahwasanya
perbuatan zina itu, akan mendapat balasan dari Allah SWT baik selagi
masih di dunia maupun nanti di akhirat. Rasulullah SAW bersabda yang
artinya;
/“Dua kejahatan akan dibalas oleh Allah ketika di dunia; zina dan
durhaka kepada ibu bapak.”/ (H. R. Thabrani).

Mengenai hukuman atau balasan atas perbuatan zina tersebut, Rasulullah
SAW menyebutkan bahwa dalam zina, ada enam bahaya yang mengikutinya baik
di dunia maupun akhirat.

  * Di dunia; cahaya akan hilang dari wajah orang yang berbuat zina,
    umurnya akan semakin pendek, serta kekal dalam kemiskinan. Memendek-
    kan umur

  * Di akhirat; murka Allah menanti, hisabnya buruk, serta mendapat
    siksaan di neraka.

      Akibat Perbuatan Zina Terhadap Lingkungan

Telah dijelaskan bahwa perbuatan zina yang merupakan dosa besar tersebut
tidak hanya merugikan bagi diri pelakunya, tapi juga akan memberikan
dampak buruk pada sekitarnya. Diantara dampak buruk akibat perbuatan
zina adalah:

 1. Menjamurnya tempat maksiat seperti lokalisasi pelacuran yang tentu
    saja akan meresahkan masyarakat. Dengan adanya lokalisasi,
    berturut-turut akan menumpuk perbuatan zina tersebut. Bahkan tidak
    mungkin akan muncul secara terang-terangan para pekerja seks maupun
    semua yang terlibat dalam prostitusi tersebut.
 2. Kemungkinan terjadinya eksploitasi seksual termasuk mereka yang
    masih di bawah umur.
 3. Munculnya tren berlomba dalam pornografi dan porno aksi, serta
    maraknya bisnis dalam bidang tersebut.
 4. Banyak wanita akan kehilangan harga diri dan tidak ragu lagi dalam
    mengumbar aurat sehingga membuat /sakit mata/ orang lain yang
    melihatnya, bahkan bisa menimbulkan syahwat yang tentu saja akan
    menambah dosa.
 5. Banyak remaja kehilangan keperawanana sekaligus merusak masa
    depannya sendiri.
 6. Maraknya pelecehan seksual di semua tempat sehingga menghilangkan
    rasa aman terutama bagi perempuan.
 7. Terjadinya wabah penyakit berbahaya yang akan menyerang terutama
    keluarga.
 8. Meningkatkan kasus kekerasan, pembunuhan, bahkan bunuh diri.
 9. Maraknya peredaran film porno yang merusak moral manusia.
10. Aborsi
11. Meningkatkan risiko melahirkan bayi yang cacat.
12. Meningkatkan kejahatan dalam rumah tangga dan kehancuran rumah
    tangga pun tak dapat terelakkan. Korban yang paling menderita
    pastilah anak-anak yang nantinya akan terlantar akibat perbuatan tak
    bertanggung jawab dari kedua orang tuanya tersebut.
13. Maraknya penipuan, penculikan, bahkan /human trafficking/ (penjualan
    orang).
14. Pemicu dendam dan permusuhan.
15. Maraknya pernikahan siri.
16. Perusak akhlak yang juga bisa dijadikan sebagai senjata untuk
    menghancurkan aqidah umat Islam.
17. Pejabat atau petinggi negara yang senang berzina akan menjadikan
    dirinya serakah sehingga tidak segan untuk mengambil yang bukan
    haknya, yang kemudian menyebabkan tingginya angka kejadian korupsi.
    Sponsors Link

18. Para pezina penuh dengan tipu daya, ditambah oleh bantuan daripada
    bisikan iblis, maka mereka juga akan mempengaruhi orang lain di
    sekitarnya terutama teman untuk melakukan hal yang sama. Jadilah
    mereka beserta teman-temannya sama-sama terjerumus dalam perbuata
    hina dan menjadikan perzinaan itu sebagai yang dianggap keren dan
    akhirnya menjadi kebiasaan.
19. Tidak akan segan melecehkan tempat ibadah yang suci.
20. Penyebab rusaknya generasi penerus yang akan menghancurkan tatanan
    kehidupan di masa depan.
21. Sampai pada perzinaan itu menjamu, maka akan menyebabkan kemurkaan
    Allah SWT, sehingga jangan terkejut jika mendapat musibah atau azab
    dikemudian hari. Azab atau musibah itu tidak hanya akan menimpa
    mereka yang berbuat zina, tapi bisa saja menimpa seluruh orang dan
    seluruh kota. Oleh sebab itu, sudah sepantasnya jika kita
    bersama-sama saling membantu untuk menumpas penyakit masyarakat satu
    ini agar tidak mendapat kemurkaan Allah SWT.

      40 Akibat Buruk dan Menakutkan dari Zina(Muslim Wajib Tau)

*40 Akibat Buruk dan Menakutkan dari Zina(Muslim Wajib Tau) – *Dalam
al-qur’an dan al hadizt sudah dijelaskan bahwa yang namnya zina ataupun
hal-hal yang mendekati zina(termasuk berpegangan bukan
muhrim,berpandangan mata dengan syahwat,pacaran dll)sangat dilaknat dan
dibenci oleh Allah SWT,nah untuk sobat-sobat ane yang muslim perlu
diketahui bahwa zina itu bukan saja dosa tapi juga berakibat Buruk dan
Menakutkan,apa saja itu.??

 Bismillahir-Rahmaanir-Rahim berikut adalah 40 Akibat buruk dan bahaya
Zina terhadap Pezina :

1) Dalam zina terkumpul bermacam-macam dosa, kemaksiatan dan keburukan ..

2) Berkurangnya agama / hilangnya kesempurnaan iman ..

3) Dicabutnya Nur / cahaya iman ..

4) Hilangnya sikap wara’ (menjaga diri dari dosa) ..

5) Hilangnya rasa cemburu ..

6) Hilangnya rasa percaya diri, sehingga sering was-was, karena do’anya
orang pezina tidak diterima Allah ..

7) Selalu memandang rendah lawan jenis, khususnya pasangan berzinanya ..

8.) Zina membunuh rasa malu ..

9) Sering berlaku tidak sopan ..

10) Terkuburnya sifat-sifat mulia dari dirinya ..

11) Meningkatnya rasa egois atau keakuannya ..

12) Merusak kekhusyuan dalam beribadah ..

13) Punahnya ketauladanan pada dirinya ..

14) Melatih dirinya dengan cara – cara hidup seperti binatang, yang
tidak mengenal norma-norma susila dan menghormati nilai – nilai
kemanusiaan ..

15) Menjadikan wajah pelakunya senantiasa lusuh, muram dan gelap ..

16) Terbiasa dengan hidup yang kotor dan menjijikan, karenanya berusaha
menutupinya dengan penampilannya yang berlebihan .

17) Sifat liar di hati penzina, sehingga pandangan matanya liar dan
tidak terkawal ..

18) Pezina senantiasa berfikir untuk gonta-ganti pasangan, selingkuh dan
tidak setia ..

19) Pandai berkata lembut, bersahaja dan pandai merayu, walau sebenarnya
iaadalah orang yang kasar dan tidak manusiawi ..

20) Tertutupnya hati dan mata bathin sehingga sukar menerima nasihat dan
kebenaran ..

21) Mudah sekali berbuat curang, ingkar, berbohong, melanggar hukum dan
membuka lebar – lebar pintu kemunafikan ..

22) Membawa hartanya kepada harta yang tidak barokah ..

23) Menjadikan pelakunya selalu dalam kemiskinan atau setidaknya merasa
demikian sehingga tidak pernah merasa cukup dengan apa yang diterimanya ..

24) Malas bersedekah dan menjadi kikir ..

25) Selalu merasakan berbeda dan tidak puas atas apa yang didapatnya
dengan apa keinginannya ..

26) Menghilangkan kehormatan pelakunya dan jatuh martabatnya baik di
hadapan Allah maupun sesama manusia ..

27) Pezina laki-laki berarti telah menodai kesucian dan kehormatan wanita ..

28) Jika wanita yang berzina hamil maka masalah-masalah besarpun akan
datang menghampirinya dan melahirkan generasi yang tidak jelas nasabnya ..

29) Aib pelaku zina akan lebih lama membekas dan mendalam karena
walaupun akhirnya pelaku zina itu bertaubat dan membersihkan diri dia
akan tetap masih merasa bahwa dirinya berbeda dengan orang yang tidak
pernah melakukannya ..

30) Zina merusak masa depannya karena meninggalkan aib yang
berkepanjangan ..

31) Di mata masyarakat mereka tidak memiliki status sosial yang jelas
dengan derajat yang sangat rendah dan dipandang dengan pandangan yang
menjijikan serta penuh kebencian ..

32) Zina mengeluarkan bau busuk melalui mulut atau badannya. Hanya
orang-orang yang memiliki ‘qalbun salim’ (hati yang bersih) yang dapat
mengetahuinya ..

33) Perzinaan menyeret kepada terputusnya hubungan silaturrahim..

34) Perzinaan dapat berakibat tergelincirnya pezina menjadi durhaka
kepada orang tua, serta menyia-nyiakan keluarga dan keturunannya ..

35) Mendorong dirinya untuk melakukan pekerjaan/mata pencahariannya yang
haram, berbuat zalim bahkan bisa membawa kepada pertumpahan darah serta
dosa-dosa besar yang lain ..

36) Zina biasanya berkait dengan dosa dan maksiat lainnya yang dilakukan
pezina, baik sebelum ataupun sesudahnya seperti khamar, madat, judi atau
narkoba ..

37) Pezina senantiasa merasa tidak pernah ada puasnya, sehingga mencari
cara-cara lain, baik dengan obat-obatan ataupun dengan cara-cara seks
yang menyimpang ..

38) Pezina biasanya memiliki penyakit menular yang berbahaya seperti HIV
Aids, Raja Singa, siphilis, dan gonorhea atau kencing bernanah,
gatal-gatal yang berkepanjangan ..

39) Kehilangan begitu banyak rasa nikmatnya beribadah dan lezatnya iman ..

40) Pezina menuju jalan su’ul khotimah, dengan akhiran hidup yang
seburuk – buruknya. (bukan khusnul khotimah) .. 

Na’udzubillahi min dzalik …hemm…serem kan..??hayoo…soabt saya yang
muslim yang pernah melakukan ini ane doain segera bertaubat dan semoga
Allah SWT mau menerima taubat saudara muslimku dan juga kembali ke jalan
lurus dan diridhoi oleh Alllah SWT…amien..

Saya sedang berbagi ‘Teori Rejeki.pptx’ dengan Anda dari OneDrive – Pribadi

Assalamu’alaikum wahmatullahi wabarakatuh

Berikut adalah link ke file:

https://onedrive.live.com/redir?page=view&resid=50B9D8E015AB5E4E!137&authkey=!ABrtui_qY_Orb_Y

Dibagikan dari PPT untuk Android
https://office.com/getppt

Muhammad Tarmin Sarengat Al Lajeri

Penciptaan langit dan bumi beserta isinya

Penciptaan langit dan bumi dengan hak beserta isinya dengan hak, dan dengan hak juga nanti akan dibinasakan

Lebah (An-Naĥl)16 :1 – Telah pasti datangnya ketetapan Allah maka janganlah kamu meminta agar disegerakan (datang)nya. Maha Suci Allah dan Maha Tinggi dari apa yang mereka persekutukan.

Lebah (An-Naĥl)16:2 – Dia menurunkan para malaikat dengan (membawa) wahyu dengan perintah-Nya kepada siapa yang Dia kehendaki di antara hamba-hamba-Nya, yaitu: “Peringatkanlah olehmu sekalian, bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka hendaklah kamu bertakwa kepada-Ku”.

Lebah (An-Naĥl)16:3 – Dia menciptakan langit dan bumi dengan hak. Maha Tinggi Allah daripada apa yang mereka persekutukan.

Lebah (An-Naĥl)16 :4 – Dia telah menciptakan manusia dari mani, tiba-tiba ia menjadi pembantah yang nyata.

Yā-Sīn 36 :77 – Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!
Yā-Sīn 36:78 – Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?”

Muhammad Tarmin Sarengat Al Lajeri

Rejeki

”Izinkan saya mengutip Falsafah RONGGO WARSITO”
 
Rejeki iku ora iså ditiru…,
       REJEKI ITU TIDAK BISA
       DITIRU..

Senajan pådå lakumu…,
       WALAU SAMA  
       JALANMU

Senajan pådå dodolan mu…,
       WALAU SAMA
        JUALANMU

Senajan pådå nyambut gawemu…,
         WALAU SAMA
         PEKERJAANMU…

Kasil sing ditåmpå bakal bedå2….,
        HASIL YANG
        DITERIMA AKAN BERBEDA
        SATU SAMA LAIN

Iså bedå nèng akèhé båndhå…,
         BISA LAIN DALAM
         BANYAKNYA HARTA

Iså ugå ånå nèng Råså lan Ayemé ati,
Yåaa iku sing jenengé bahagia….,
       BISA LAIN DALAM
       RASA BAHAGIA DAN
       KETENTERAMAN HATI

Kabèh iku såkå tresnané Gusti kang måhå kuwåså…..,
     SEMUA ITU ATAS
     KASIH DARI TUHAN YANG
     MAHA KUASA

Såpå temen bakal tinemu…,
     BARANG SIAPA BER-
     SUNGGUH2 AKAN
     MENEMUKAN

Såpå wani rekåså bakal nggayuh mulyå… ,
     BARANG SIAPA BERANI
     BERSUSAH PAYAH
     AKAN MENEMUKAN
     KEMULIAAN

Dudu akèhé, nanging berkahé kang dadèkaké cukup lan nyukupi…..,
     BUKAN BANYAKNYA
     MELAINKAN BERKAH
     NYA YANG MENJADIKAN
     CUKUP DAN
     MENCUKUPI

Wis ginaris nèng takdiré menungså yèn åpå sing urip kuwi wis disangoni såkå sing kuwåså.
      SUDAH DIGARISKAN
      OLEH TAKDIR BAHWA
      SEMUA YANG HIDUP
      ITU SUDAH DIBERI
      BEKAL OLEH YANG
      MAHA KUASA

Dalan urip lan pangané wis cemepak cedhak kåyå angin sing disedhot bendinané….,
     JALAN HIDUP
     DAN REJEKI SUDAH
     TERSEDIA.. DEKAT..
     SEPERTI UDARA YANG
     KITA HIRUP SETIAP
     HARINYA

Nanging kadhang menungså silap måtå lan peteng atiné, sing adoh såkå awaké katon padhang cemlorot ngawé-awé,
Nanging sing cedhak nèng ngarepé lan dadi tanggung jawabé disiå-siå kåyå orå duwé gunå…,
     TETAPI KADANG
      MANUSIA SILAU MATA
      DAN GELAP HATI,
      YANG JAUH KELIHATAN
     BERKILAU DAN
     MENARIK HATI..
     TETAPI YANG DEKAT
     DIDEPANNYA DAN
     MENJADI TANGGUNG
     JAWABNYA DISIA SIA
     KAN SEPERTI TAK ADA
     GUNA

Rejeki iku wis cemepak såkå Gusti, ora bakal kurang anané kanggo nyukupi butuhé menungså såkå lair tekané pati….,
     REJEKI ITU SUDAH
     DISEDIAKAN OLEH
     TUHAN, TIDAK BAKAL
     BERKURANG UNTUK
     MENCUKUPI
     KEBUTUHAN MANUSIA
     DARI LAHIR SAMPAI
     MATI
    
Nanging yèn kanggo nuruti karep menungså sing ora ånå watesé, rasané kabèh cupet, nèng pikiran ruwet, lan atiné marahi bundhet.
     TETAPI KALAU
     MENURUTI KEMAUAN
     MANUSIA YANG TIDAK ADA
     BATASNYA, SEMUA
     DIRASA KURANG
     MEMBUAT RUWET DI HATI
     DAN PIKIRAN

Welingé wong tuwå, åpå sing ånå dilakoni lan åpå sing durung ånå åjå diarep-arep, semèlèhké lan yèn wis dadi duwèkmu bakal tinemu, yèn ora jatahmu, åpå maneh kok ngrebut såkå wong liyå nganggo cårå sing ålå, yå  waé, iku bakal gawé uripmu lårå, rekåså lan angkårå murkå sak jeroning kaluwargå, kabeh iku bakal sirnå balik dadi sakmestiné.
     PETUAH ORANG TUA,
     JALANILAH APA YANG
     ADA DIDEPAN MATA
     DAN JANGAN TERLALU
     BERHARAP LEBIH UNTUK
     YANG BELUM ADA
  
     KALAU MEMANG
     MILIKMU PASTI AKAN  
     KETEMU..
     KALAU BUKAN JATAHMU..
     APALAGI SAMPAI
     MEREBUT MILIK ORANG
     MEMAKAI CÀRA TIDAK
     BAIK, ITU AKAN
     MEMBUAT HIDUPMU
     MERANA, SENGSARA
     DAN ANGKARA MURKA
     SEMUA ITU AKAN SIRNA
     KEMBALI KE ASALNYA

Yèn umpåmå ayem iku mung biså dituku karo akèhé båndhå dahnå rekasané dadi wong sing ora duwé…,
     SEUMPAMA
     KETENTERAMAN ITU
     BISA DIBELI DENGAN
     HÀRTA, ALANGKAH
     SENGSARANYA ORANG
     YANG TIDAK PUNYÀ

Untungé ayem isà diduwèni såpå waé sing gelem ngleremké atiné ing bab kadonyan, seneng tetulung marang liyan, lan pasrahké uripé marang GUSTI KANG MURBENG DUMADI…,

     UNTUNGNYA,
     KETENTERAMAN BISA
     DIMILIKI OLEH SIAPA
     SAJA YANG TIDAK
     MENGAGUNGKAN
     KEDUNIAWIAN, SUKA
     MENOLONG ORANG
     LAIN DAN
     MENSYUKURI HIDUPNYA

Kiamat

Kiamat itu pasti, sakit suatu saat diterima dengan iklas.
Surga, neraka itu pasti . Sambut dengan kematian dengan iman. Orang kafir minta disegerakan azab. Jangan minta diseregerkan maka kiamat pasti akan tiba. Jangan minta disegerakan sesuatu yang datang jauh minta disegerakan. Orang yang taat mendapat nikmat. Orang yang kafir mendapat azab.
Yang dipercaya mahluk Allah hanya ada dua yaitu malaikat dan manusia. Diantara para Rosul dan Nabi.

Muhammad Tarmin Sarengat Al Lajeri

Supaya Hidup Lapang Dada

Seorang yang lagi galau menapaki kehidupan yang dialaminya. Menemui gurunya sebut saja Nama Kusuma. Kyai saya telah buat usaha tapi yang ketemuai kegagalan, modal hilang, tertipu oleh rekan sehingga modal pinjaman pun hilang.

Kyai : Mas Kusuma

Kusuma : Ya Kyai

Kyai  : Bukan berarti kalau sudah berperilaku baik dengan ibadah yang diwajibkan dilakukan dengan baik , Allah akan biarkan kamu mengaku beriman sebelum diuji seperti kaum kaum terdahulu. Yang pertama Kita syukuri segala nikmat berupa sehat badan, Nyaman ibadah. Syukuri pekerjaan yang sudah ada yang dengan itu kamu sekarang nikmati. Mau cari apalagi didunia sudah dapat Istri yang ada pekerjaan pula, Anak anak yang sehat dan sholeh itu semua rejeki dari Allah yang wajib dengan senang hati harus disyukuri.

Kalau sudah bersyukur amalkan, Insya Allah swt akan dilapangkan dada

  1. Membaca Surat  Alam Nasroh 11 x
  2. Membaca Ya Latief 9 x
  3. Membaca Istigfar Nabi Yunus 9 x La illaha illa anta subhanaka innikuntum minal dzolimin.
  4. Membaca Al Fatiah 9 x. di baca setelah sholat wajib atau waktu kapan saja.
  5. Apabila setelah selesai sholat tahajut Membaca Istigfar 1.000 x

Amalkan secara kantinu semoga Allah Swt melapangkan dada, banyak silahturami dan berbuat baik kepada sesama walaupun amalan dianggap kecil dan remeh dimata manusia. Bersemangat, bekerja dengan baik, berdoa dan disertai Tawakal hanya kepad Allah swt.

Kusuma : Baik kyai  mohon doanya semoga saya bisa mengamlakannya.

Kyai : Aamiin

 

Harta dan Infaq

Dalam kehidupan berbagai type manusia  terhadap harta.  Dalam mencari harta dan mengunakan Harta. Termasuk yang mana kita .

  1. Orang yang dalam mencari harta tidak mempedulikan harta halal dan haram, baik haram zat dan haram cara mempercarinya. Harta haram dan halal di sikat semua.
  2. Orang yang mencari harta hanya yang halal di ambilnya.
  3. Orang hanya mencari harta halal dan pengunakan harta kepada yang halal dan juga ke hal yang diharamkan.
  4. Orang yang mencari harta hanya mengambil yang halal dan membelanjakan kepada hanya halal.

Dalam hal Zakat infaq manusia terbagi :

  1. Orang yang tidak mau semakali mengeluarkan harta. seperti orang kafir dan orang munafiq yang tidak mau berinfaq kecuali dengan rasa enggan. 0%.
  2. Sebagai pedagang yaitu mengelurkan zakat infaq 2,5 %.
  3. Seperti seorang petani mengeluarkan zakat, infaq 5 % dan 10% setiap kali panen.
  4. Seperti orang Nasrani dan Petani yang mengeluarkan zakat/ Infaq sebesar 10%.
  5. Seperti orang mendapat rapasan perang dan menemukan barang tambang  sebesar 20 %.
  6. Seperti Imam Sahabat Ali bin Abi Tholib  1/3 atau 33,3%.
  7. Seperti Iman Sahabat Umar bin khatab Ra dan Usman Ra sebesar  1/2 atau 50 %
  8. Seperti Iman sahabat Abu Bakar Ra 100 % hartanya dinfaqkan untuk Allh Swt.
  9. Seperti orang selain dari dalam 8 golongan diatas.

Mari intropeksi diri termasuk golongan mana kita dalam masalah harta dan berinfaq.

Malu

Malu dengan menutup aurat kecuali dihadapan istri atau suaminya. Sungguh sungguh mendidik ahli keluarga anak dan istri untuk memiliki rasa malu. Malu kepada Allah  dan malu kepada manusia. Bila tidak menanamkan rasa akan menimbulkan rasa malu kepada keluarga. Karena perbuatan anak dan istri akan membawa nama buruk atau disebut disebut. Nama baik akan tercemar karena perbuatan yang diakibatkan karena rasa malu yang hilang. Musibah didunia dan musibah yang lebih besar nanti diakhirat.
Kalau orang tidak ada rasa malu maka orang akan sulit berdoa dan bila berdoa sulit diijabah oleh Allah swt.
Malu bagian dari sifat Allah swt, Allah memiliki sifat dan Mulia. Allah malu apabila ada seorang laki mengakat tangan memohon kepada Allah, Allah sangat malu bila tidak mengabulkan doa doa seorang hamba.

Allah swt memilki sifat Hanif yaitu sifat pemurah dan maha mulia.
Setiap doa diijabah tinggal waktu yang berbeda bisa langsung diijabah dunia atau diijabah diwaktu diakhirat dengan surga.
Nabi juga memeliki rasa malu. Allah swt akan meninggikan nama Nabi. Dimana nama Allah disebut maka nama Nabi mengikutinya. Karena sama sama memiliki sifat. Apabila kamu tidak memiliki maka lakukan semua sesuka hati. Orang beriman bermartabat karena memiliki rasa malu. Rasa malu merupakan senjata yang dapat menolong.

by Tarmin Muhammad