Dicari karo GUSTI ALLOH SAMPEYAN dimana??

Dicari karo GUSTI ALLOH SAMPEYAN dimana??

Seorang tukang tambal dandang bocor bertanya pada seorang Ustadz di kampung yang jadi salah satu langganannya.

“Pak ustad, kenapa ya. Saya kok merasa susah dan penuh masalah. Cari rizki sulit, cari pekerjaan susah, pokoknya amburadul hidup saya.”

“Saya juga merasa jenuh dengan hidup saya yang begini2 aja..! Terasa hambar, tak ada arahnya, dan tak ada nikmatnya. Bosan saya ustadz. Saya ingin bahagia tapi kenapa susah sekali ya?”

“Oooo..! Mungkin saat ini Allah juga lagi BOSAN dengan sampean.”

“Hahh! Allah bosan dengan saya ? Maksudnya bagaimana ustadz?”, tanya si tukang tambal dandang bocor itu

“Mungkin Allah capek mencari sampean, Cak… Sebab dicari kesana kemari tapi sampean tak pernah ditemukan.”

Setelah berhenti sejenak, ustadz tersebut melanjutkan,

“Sampean dicari oleh Allah diantara kumpulan orang yang sholat berjamaah di masjid, tidak ada.”

“Dicari di antara kumpulan DHUHA, sampean juga tak ada.”

“Dicari di antara kumpulan TAHAJJUD juga tak ada.”

“Dicari di antara kumpulan PUASA Sunah yo blass ra tau (sama sekali ga ada), mangan tok ae bendino (makan aja kerjaan tiap hari).”

“Dicari di antara kumpulan SEDEKAH juga tak kelihatan batang irungmu (hidungmu).”

“Dicari di antara kumpulan TADARUSAN Qur’an, sampean juga tak nampak di sana.”

“Dicari di antara kumpulan orang orang yang UMROH, niat pun sampean tidak punya.”

Tukang tambal dandang bocor itu diam menunduk, ia merasa seperti ada sesuatu yang menohok relung hatinya.

Si ustadz kampung melanjutkan…

“Sampean dicari Alloh di antara orang2 yang tepat waktu SHOLATNYA, sampean juga tak ada. Malah sholat sampean kerjakan paling belakang dibanding aktivitas lainnya.

Memangnya siapa yang ngasih waktu dan umur pada sampean.

Dicari di antara Ahli SHOLAWAT pun tak ada.

Dicari di antara yang MENUNTUT ILMU (agama/pengajian/ta’lim), Yo ora ono blass (ya gada sama sekali).

Dicari diantara orang yang mengamalkan dan menegakkan SILATURRAHIM, sampean Yo ra Ono (gada). Mbuleeet2 wae nang omah (muter-muter aja di rumah), sok sibuk… sok repot… ngutak-ngatik sing kurang manfaat

Terus Allah mau mencari sampean di mana lagi, Hah.? Coba sampean beritahu..!

Tukang tambal dandang bocor itu diam. Palu yang yang asalnya dia pukul2kan ke body dandang mendadak berhenti

“Bicaralah… ngomongo, Ojo meneng ae’ (jangan diam saja), ” ucap ustadz kampung itu

Maka menangislah si tukang tambal dandang bocor tadi. Sambil mengusap airmatanya yang bercucuran, seperti cucuran air hujan yang meresap lewat genteng bocor, ia lalu ber-Istighfar.

“Tobat… Ustadz….tobat kulo”

Hidup itu sederhana, Cak”…
“Kalau kita memprioritaskan Allah…, Dia pun pasti memprioritaskan kita.”

Monggo koreksi diri, mumpung masih ada waktu… ⏱ termasuk koreksi untuk diri kami sendiri.

Iklan