Sperit Al qur’an

اَلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَ هَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْ ۙ  اَعْظَمُ دَرَجَةً عِنْدَ اللّٰهِ  ؕ  وَاُولٰٓئِكَ هُمُ الْفَآئِزُوْنَ
Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta berjihad di jalan Allah, dengan harta dan jiwa mereka, adalah lebih tinggi derajatnya di sisi Allah. Mereka itulah orang-orang yang memperoleh kemenangan.
[QS. At-Taubah: Ayat 20]

Iklan

Al Baqarah 69

قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَّنَا مَا لَوْنُهَا  ۚ  قَالَ إِنَّهُ ۥ  يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ صَفْرَآءُ فَاقِعٌ لَّوْنُهَا تَسُرُّ النّٰظِرِينَ
Mereka berkata, “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami apa warnanya.” Dia (Musa) menjawab, “Dia (Allah) berfirman bahwa (sapi) itu adalah sapi betina yang kuning tua warnanya, yang menyenangkan orang-orang yang memandang(nya).”
[QS. Al-Baqarah: Ayat 69]

Al Baqarah 69

قَالُوا ادْعُ لَنَا رَبَّكَ يُبَيِّنْ لَّنَا مَا لَوْنُهَا  ۚ  قَالَ إِنَّهُ ۥ  يَقُولُ إِنَّهَا بَقَرَةٌ صَفْرَآءُ فَاقِعٌ لَّوْنُهَا تَسُرُّ النّٰظِرِينَ
Mereka berkata, “Mohonkanlah kepada Tuhanmu untuk kami agar Dia menjelaskan kepada kami apa warnanya.” Dia (Musa) menjawab, “Dia (Allah) berfirman bahwa (sapi) itu adalah sapi betina yang kuning tua warnanya, yang menyenangkan orang-orang yang memandang(nya).”
[QS. Al-Baqarah: Ayat 69]

Hayatan thoyiban

Menurut ibnu abas hayatan thoyibah adalah :

1.adalah kehidupan disurga.
2. Beribadah kepada Allah swt.
3. Kehidupan qona’ah rela terhadap pemberian Allah swt
4. Rejeki halal

Menurut Ibnu kasir hayatan thoyibah adalah :

  1. Dapat beriman dan beribadah
  2. Bisa melaksanakan amal sholeh.

Raja harapan kita adalah hayatan thoyibah. Wara’ ( Hati hati)  terhadap
1. Tidak kufur
2. Tidak fasik ,tidak munafiq.
3. Tidak durhaka

image

Taat kepada Allah dan jangan durhaka kepada Allah. Menghidari dari hal hal yang diharamkan Allah swt.

Mardiyah kita ridho kepada Allah dan Allah ridho kepada kita.

Taha 14

Ţāhā:14 – Sesungguhnya Aku ini adalah Allah, tidak ada Tuhan (yang hak) selain Aku, maka sembahlah Aku dan dirikanlah shalat untuk mengingat Aku.

Keluarga ‘Imran (‘Āli `Imrān):103 – Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.

Yang dibawa mati

Yang dibawa mati hanya amal sholeh.
Harta, jabatan, dan keluarga tidak ikut serta. Kecuali yang sudah diinfakan di jalan Allah dan anak sertankeluarga yang mendoakan. Maka didik anak menjadi anak yang sholeh. Masukan di tempat tempat atau sekolah islami. Dengan pendidikan agama qur’an dan hadist.
Yang selalu mendoakan kedua orang tua. Yang rela bersedekah atas nama orang tua.
Berdoa minta surga Firdaus.
Ada raja atau harapan masuk surga. Kehidupan mataun hurur kehidupan yang menipu, fana dan sementara.

Sabar

Di dalam qur’an disebutkan lebihb70 kali. Makna dalam kehidupan diajarkan Allah. Kesabaran jamila. Manusia paling sabar adalah Nabi.

Manusia yang baik memberi contoh dalam kebaikan. Dakwah bil lisan dan dakwah dengan perbuatan.
Sabar merupakan perintah Allah.
1. Sabar menjaga agama
2. Sabar menjalankan perintah agama
3. Sabar menghadapi agama mendapat musibah.
Sajdah (As-Sajdah):24 – Dan Kami jadikan di antara mereka itu pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami ketika mereka sabar. Dan adalah mereka meyakini ayat-ayat Kami.

Sabar dalam sholat insya Alllah khusyu. Kesabaran dapat mendatangkan keberkahan. 0

Kafir

إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِئَايٰتِنَا سَوْفَ نُصْلِيهِمْ نَارًا كُلَّمَا نَضِجَتْ جُلُودُهُمْ بَدَّلْنٰهُمْ جُلُودًا غَيْرَهَا لِيَذُوقُوا الْعَذَابَ  ۗ  إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَزِيزًا حَكِيمًا
Sungguh, orang-orang yang kafir kepada ayat-ayat Kami, kelak akan Kami masukkan ke dalam neraka. Setiap kali kulit mereka hangus, Kami ganti dengan kulit yang lain, agar mereka merasakan azab. Sungguh, Allah Mahaperkasa, Mahabijaksana.
[QS. An-Nisa’: Ayat 56

إِنَّ الَّذِينَ يَكْفُرُونَ بِاللَّهِ وَرُسُلِهِۦ وَيُرِيدُونَ أَنْ يُفَرِّقُوا بَيْنَ اللَّهِ وَرُسُلِهِۦ وَيَقُولُونَ نُؤْمِنُ بِبَعْضٍ وَنَكْفُرُ بِبَعْضٍ وَيُرِيدُونَ أَنْ يَتَّخِذُوا بَيْنَ ذٰلِكَ سَبِيلًا
Sesungguhnya orang-orang yang ingkar kepada Allah dan rasul-rasul-Nya, dan bermaksud membeda-bedakan antara (keimanan kepada) Allah dan rasul-rasul-Nya, dengan mengatakan, “Kami beriman kepada sebagian dan kami mengingkari sebagian (yang lain),” serta bermaksud mengambil jalan tengah (iman atau kafir),
[QS. An-Nisa’: Ayat :150

أُولٰٓئِكَ هُمُ الْكٰفِرُونَ حَقًّا  ۚ  وَأَعْتَدْنَا لِلْكٰفِرِينَ عَذَابًا مُّهِينًا
merekalah orang-orang kafir yang sebenarnya. Dan Kami sediakan untuk orang-orang kafir itu azab yang menghinakan.
[QS. An-Nisa’: Ayat 151]
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا بِالذِّكْرِ لَمَّا جَآءَهُمْ  ۖ  وَإِنَّهُ ۥ  لَكِتٰبٌ عَزِيزٌ
Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari Al-Qur’an ketika (Al-Qur’an) itu disampaikan kepada mereka (mereka itu pasti akan celaka), dan sesungguhnya (Al-Qur’an) itu adalah Kitab yang mulia,
[QS. Fussilat: Ayat 41]
وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِئَايٰتِنَا وَاسْتَكْبَرُوا عَنْهَآ أُولٰٓئِكَ أَصْحٰبُ النَّارِ  ۖ  هُمْ فِيهَا خٰلِدُونَ
Tetapi orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami dan menyombongkan diri terhadapnya, mereka itulah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.
[QS. Al-A’raf: Ayat 36]

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِئَايٰتِنَا سَنَسْتَدْرِجُهُمْ مِّنْ حَيْثُ لَا يَعْلَمُونَ
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami, akan Kami biarkan mereka berangsur-angsur (ke arah kebinasaan), dengan cara yang tidak mereka ketahui.
[QS. Al-A’raf: Ayat 182]

وَالَّذِينَ كَذَّبُوا بِئَايٰتِنَا صُمٌّ وَبُكْمٌ فِى الظُّلُمٰتِ  ۗ  مَنْ يَشَإِ اللَّهُ يُضْلِلْهُ وَمَنْ يَشَأْ يَجْعَلْهُ عَلٰى صِرٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ
Dan orang-orang yang mendustakan ayat-ayat Kami adalah tuli, bisu, dan berada dalam gelap gulita. Barang siapa dikehendaki Allah (dalam kesesatan), niscaya disesatkan-Nya. Dan barang siapa dikehendaki Allah (untuk diberi petunjuk), niscaya Dia menjadikannya berada di atas jalan yang lurus.
[QS. Al-An’am: Ayat 39

يَهْدِى بِهِ اللَّهُ مَنِ اتَّبَعَ رِضْوٰنَهُ ۥ  سُبُلَ السَّلٰمِ وَيُخْرِجُهُمْ مِّنَ الظُّلُمٰتِ إِلَى النُّورِ بِإِذْنِهِۦ وَيَهْدِيهِمْ إِلٰى صِرٰطٍ مُّسْتَقِيمٍ
dengan Kitab itulah Allah memberi petunjuk kepada orang yang mengikuti keridaan-Nya ke jalan keselamatan, dan (dengan Kitab itu pula) Allah mengeluarkan orang itu dari gelap gulita kepada cahaya dengan izin-Nya dan menunjukkan ke jalan yang lurus.
[QS. Al-Ma’idah: Ayat 16]
هُوَ الَّذِى خَلَقَكُمْ فَمِنْكُمْ كَافِرٌ وَمِنْكُمْ مُّؤْمِنٌ  ۚ  وَاللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ
Dialah yang menciptakan kamu, lalu di antara kamu ada yang kafir dan di antara kamu (juga) ada yang mukmin. Dan Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.
[QS. At-Tagabun: Ayat 2]
إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَالَّذِينَ هَادُوا وَالصّٰبِئِينَ وَالنَّصٰرٰى وَالْمَجُوسَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوٓا إِنَّ اللَّهَ يَفْصِلُ بَيْنَهُمْ يَوْمَ الْقِيٰمَةِ  ۚ  إِنَّ اللَّهَ عَلٰى كُلِّ شَىْءٍ شَهِيدٌ
Sesungguhnya orang-orang beriman, orang Yahudi, orang Sabi’in, orang Nasrani, orang Majusi, dan orang musyrik, Allah pasti memberi keputusan di antara mereka pada hari Kiamat. Sungguh, Allah menjadi saksi atas segala sesuatu.
[QS. Al-Hajj: Ayat 17]
أَفَغَيْرَ دِينِ اللَّهِ يَبْغُونَ وَلَهُ ۥ ٓ أَسْلَمَ مَنْ فِى السَّمٰوٰتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا وَإِلَيْهِ يُرْجَعُونَ
Maka mengapa mereka mencari agama yang lain selain agama Allah, padahal apa yang di langit dan di bumi berserah diri kepada-Nya, (baik) dengan suka maupun terpaksa, dan hanya kepada-Nya mereka dikembalikan?
[QS. Ali ‘Imran: Ayat 83]
وَمَآ أَنْتَ بِهٰدِ الْعُمْىِ عَنْ ضَلٰلَتِهِمْ  ۖ  إِنْ تُسْمِعُ إِلَّا مَنْ يُؤْمِنُ بِئَايٰتِنَا فَهُمْ مُّسْلِمُونَ
Dan engkau tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta (mata hatinya) dari kesesatannya. Dan engkau tidak dapat memperdengarkan (petunjuk Tuhan) kecuali kepada orang-orang yang beriman dengan ayat-ayat Kami, maka mereka itulah orang-orang yang berserah diri (kepada Kami).
[QS. Ar-Rum: Ayat 53]