Membina Keluarga Lillah

Binroh Islam di Gedung GMP Jakarta menghadirkan penceramah Ustaz Abu Yahya Badrussalam LC, yang mengusung tema “Manusia wajib membina keluarga lillah”. Kegiatan dilaksanakan di Masjid Al Istiqomah Gedung GMP, dihadiri oleh Dir. HCM Priyantono Rudito dan karyawan/ti yang berlokasi kerja di Gedung GMP Jakarta, Rabu (16/4).

Priyantono Rudito dalam sambutannya menyatakan, kegiatan Binroh merupakan salah satu komponen utama dari program perusahaan Spitual Capital Managemen (SCM) di mana perusahaan telah menetapkan kebijakan 3C (Character, Competence, dan Compensation) di dalamnya.

Character sebagai inistiatif strategis perusahaaan yang akan mengantarkan perusahaan menjadi perusahaan baik dan hebat. Character yang kuat akan mendukung peningkatan performansi bisnis perusahaan dan juga memberikan manfaat yang bisa dirasakan masing-masing individu yang menjalankannya. Dengan character, kita berusaha memahami nilai-nilai agama yang kita yakini sehingga akan meningkatkan produktivitas kerja.

Priyantono berharap, kegiatan Binroh yang dilaksanakan akan menjadi sumber cahaya untuk kemajuan perusahaan, untuk itu agar tetap istiqomah melakukannya.

“Semoga menjadi ibroh, untuk kita semakin taqarub beribadah kepada Allah SWT, sehingga akan menghantarkan akhir hayat kita mendapatkan predikat khusnul khotimah,” pesannya.

Sesuai dengan tema yang diusung, “Membina Keluarga Lillah” Ustaz Abu Yahya Badrussalam LC dalam tausiahnya menyampaikan, keluarga merupakan masyarakat kecil yang merupakan bagian dari masyarakat yang lebih luas. Keluarga yang kokoh akan menghasilkan masyarakat yang kokoh pula. Suami memiliki tanggung jawab terhadap keluarganya, tidak hanya sebatas mencari nafkah tetapi juga menentukan arah, mengajari dan mendidik istri-anaknya sehingga kelak akan dimintai pertanggungjawabannya di hadapan Allah SWT atas kepeimimpinannya dalam rumah tangga.

Abu Yahya Badrussalam menjelaskan ada 5 (lima) hal yang harus dipenuhi untuk bisa menjadi keluarga Lillah yaitu :

  1.  Mempelajari/ mentadaburi Al Quran dan hadist Rosulullah : Suami harus menuntut ilmu agar bisa membimbing keluarga menuju surga. Ilmu sangat penting karena sebagai pondasi dan tuntunan dalam beramal shaleh. Istri pun harus mau duduk di Majelis Taklim mempelajari alquran dan hadist, sebagai tuntunan agar tidak tersesat dalam menjalankan hidup.
    
  2.  Rumah tangga harus mempunyai  jiwa taslim, artinya ketundukan kepada  Allah  SWT dengan mematuhi aturan/petunjuknya dan menjauhi larangannya. Ketika jiwa taslim tumbuh di hati suami dan istri, akan menjadikan rumah tangga “baiti jannati” (Rumahku surgaku).  Sebaliknya apabila rumah tangga tidak didasarkan kepada taslim, maka akan menjadi seperti  neraka, jauh dari keberkahan dan ketenangan.
    
  3.  Saling tolong-menolong dalam kebaikan. Suami istri harus saling  mengingatkan  dengan lemah lembut, saling menasehati untuk kebenaran dengan ikhlas. Salah satu tanda orang yg ikhlas, apabila diingatkan akan kesalahan yang dilakukan, ia   akan menerima dengan lapang dada. Suami /istri harus punya sifat mencintai kebenaran.
    
  4.  Muhasabah/ introspeksi diri: Pondasi yang harus dibangun dalam rumah tangga bagi suami/ istri yaitu senantiasa bermuhasabah/ introspeksi diri. Dicontohkan bersikap dan berpikir secara muhasabah, sebelum kita melakukan sesuatu seperti beramal, sebaiknya kita bertanya apakah amal kita benar apa tidak. Begitupun setelah beramal sebaiknya kita juga bertanya apakah amal kita diterima oleh Allah SWT. Hal ini penting untuk kita agar tidak salah melakukan sesuatu dan ke depan akan menjadi lebih baik.
    
  5.  Sabar : Sabar dalam iman sama dengan kepala dengan badan.  Iman tidak hidup tanpa kesabaran seperti dalam kehidupan rumah tangga butuh kesabaran, suami bersabar atas kekurangan istri dan sebaliknya, demikian pula dalam mendidik anak-anaknya.  
    

Selanjutnya , untuk menjadi keluarga lillah hal-hal yang harus dihindari adalah,

  1.  Hindari Maksiat yang menyebabkan keberkahan dan kebaikan  hidup di cabut oleh Allah SWT. Maksiat menyebakan hati kita jauh dari Allah dan akan menghilangkan cahaya iman. Untuk itu kenali dosa dan segera kita berusaha untuk menjauhinya.
    
  2.  Pendidikan yang bukan islami yaitu pendidikan yang mengedepankan pada cinta dunia atau berorientasi hanya pada kebahagiaan dunia saja. Seperti  cara makan, cara berpakaian ala barat. Seorang muslim harus bangga dengan keislamannya.
    
  3.  Adanya idola-idola selain Rasulullah SAW dan orang-orang shaleh. Hal ini bisa mempengaruhi gaya hidup. Sebagai contoh apabila ada seorang istri yang mengidolakan artis fim yg konsumtif, maka gaya hidupnya akan mirip seperti artis tersebut. Idola bisa membentuk karakter apa yang kita senangi.
    
  4.  Lingkungan yang buruk : Bila kita berada dalam suatu lingkungan yang  banyak maksiat sehingga sulit untuk kita menegakkan ibadah, dianjurkan segera hijrah ke tempat yang lebih baik, karena akan mempengaruhi perilaku putra-putri kita.
    

Acara diakhiri dengan tanya jawab. Semakin banyak antusiasisme jamaah yang hadir untuk memberikan pertanyaan kepada sang Ustaz yang jawabannya mengalir runtut dan jelas serta santun dalam penyampaiannya.***PRJabodetabek_red09

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s