Dicari karo GUSTI ALLOH SAMPEYAN dimana??

Dicari karo GUSTI ALLOH SAMPEYAN dimana??

Seorang tukang tambal dandang bocor bertanya pada seorang Ustadz di kampung yang jadi salah satu langganannya.

“Pak ustad, kenapa ya. Saya kok merasa susah dan penuh masalah. Cari rizki sulit, cari pekerjaan susah, pokoknya amburadul hidup saya.”

“Saya juga merasa jenuh dengan hidup saya yang begini2 aja..! Terasa hambar, tak ada arahnya, dan tak ada nikmatnya. Bosan saya ustadz. Saya ingin bahagia tapi kenapa susah sekali ya?”

“Oooo..! Mungkin saat ini Allah juga lagi BOSAN dengan sampean.”

“Hahh! Allah bosan dengan saya ? Maksudnya bagaimana ustadz?”, tanya si tukang tambal dandang bocor itu

“Mungkin Allah capek mencari sampean, Cak… Sebab dicari kesana kemari tapi sampean tak pernah ditemukan.”

Setelah berhenti sejenak, ustadz tersebut melanjutkan,

“Sampean dicari oleh Allah diantara kumpulan orang yang sholat berjamaah di masjid, tidak ada.”

“Dicari di antara kumpulan DHUHA, sampean juga tak ada.”

“Dicari di antara kumpulan TAHAJJUD juga tak ada.”

“Dicari di antara kumpulan PUASA Sunah yo blass ra tau (sama sekali ga ada), mangan tok ae bendino (makan aja kerjaan tiap hari).”

“Dicari di antara kumpulan SEDEKAH juga tak kelihatan batang irungmu (hidungmu).”

“Dicari di antara kumpulan TADARUSAN Qur’an, sampean juga tak nampak di sana.”

“Dicari di antara kumpulan orang orang yang UMROH, niat pun sampean tidak punya.”

Tukang tambal dandang bocor itu diam menunduk, ia merasa seperti ada sesuatu yang menohok relung hatinya.

Si ustadz kampung melanjutkan…

“Sampean dicari Alloh di antara orang2 yang tepat waktu SHOLATNYA, sampean juga tak ada. Malah sholat sampean kerjakan paling belakang dibanding aktivitas lainnya.

Memangnya siapa yang ngasih waktu dan umur pada sampean.

Dicari di antara Ahli SHOLAWAT pun tak ada.

Dicari di antara yang MENUNTUT ILMU (agama/pengajian/ta’lim), Yo ora ono blass (ya gada sama sekali).

Dicari diantara orang yang mengamalkan dan menegakkan SILATURRAHIM, sampean Yo ra Ono (gada). Mbuleeet2 wae nang omah (muter-muter aja di rumah), sok sibuk… sok repot… ngutak-ngatik sing kurang manfaat

Terus Allah mau mencari sampean di mana lagi, Hah.? Coba sampean beritahu..!

Tukang tambal dandang bocor itu diam. Palu yang yang asalnya dia pukul2kan ke body dandang mendadak berhenti

“Bicaralah… ngomongo, Ojo meneng ae’ (jangan diam saja), ” ucap ustadz kampung itu

Maka menangislah si tukang tambal dandang bocor tadi. Sambil mengusap airmatanya yang bercucuran, seperti cucuran air hujan yang meresap lewat genteng bocor, ia lalu ber-Istighfar.

“Tobat… Ustadz….tobat kulo”

Hidup itu sederhana, Cak”…
“Kalau kita memprioritaskan Allah…, Dia pun pasti memprioritaskan kita.”

Monggo koreksi diri, mumpung masih ada waktu… ⏱ termasuk koreksi untuk diri kami sendiri.

Iklan

Ketika Cinta Bertasbih

Cinta adalah kekuatan yg mampu
mengubah duri jadi mawar
mengubah cuka jadi anggur
mengubah sedih jadi riang
mengubah amarah jadi ramah
mengubah musibah jadi muhibah.

Cinta itu adalah perasaan yang mesti ada pada tiap-tiap diri manusia, ia laksana setetes embun yang turun dari langit, bersih dan suci. Cuma tanahnyalah yang berlain-lainan menerimanya. Jika ia jatuh ke tanah yang tandus, tumbuhlah oleh karena embun itu kedurjanaan, kedustaan, penipu, langkah serong dan lain-lain perkara yang tercela. Tetapi jika ia jatuh kepada tanah yang subur, di sana akan tumbuh kesuciaan hati, keikhlasan, setia budi pekerti yang tinggi dan lain-lain perangai yang terpuji.(Hamka)
Cinta bukan mengajar kita lemah, tetapi membangkitkan kekuatan. Cinta bukan mengajar kita menghinakan diri, tetapi menghembuskan kegagahan. Cinta bukan melemahkan semangat, tetapi membangkitkan semangat.(Hamka)
Tanda cinta kepada Allah adalah banyak mengingat (menyebut) Nya, karena tidaklah engkau menyukai sesuatu kecuali engkau akan banyak mengingatnya.

Ar Rabi’ bin Anas (Jami’ al ulum wal Hikam, Ibnu Rajab)
Aku tertawa (heran) kepada orang yang mengejar-ngejar (cinta) dunia padahal kematian terus mengincarnya, dan kepada orang yang melalaikan kematian padahal maut tak pernah lalai terhadapnya, dan kepada orang yang tertawa lebar sepenuh mulutnya padahal tidak tahu apakah Tuhannya ridha atau murka terhadapnya.

Salman al Farisi (Az Zuhd, Imam Ahmad)

Sesungguhnya apabila badan sakit maka makan dan minum sulit untuk tertelan, istirahat dan tidur juga tidak nyaman. Demikian pula hati apabila telah terbelenggu dengan cinta dunia maka nasehat susah untuk memasukinya.

Malik bin Dinar (Hilyatul Auliyaa’)

Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi kekasihmu.

Ali bin Abi Thalib

Engkau berbuat durhaka kepada Allah, padahal engkau mengaku cinta kepada-Nya? Sungguh aneh keadaan seperti ini. Andai kecintaanmu itu tulus, tentu engkau akan taat kepada-Nya. Karena sesungguhnya, orang yang mencintai itu tentu selalu taat kepada yang ia cintai.

A’idh Al-Qorni

Demikianlah beberapa kutipan dari sedikit tokoh-tokoh islam yang semoga bisa kita ambil hikmahnya. Semoga Allah memudahkan saya untuk menambah koleksi ini dan memberikan manfaat kepada pembacanya.

Keutamaan wirid

Habib Abdullah bin ‘Alwi Al-Haddad berkata: Ketahuilah, bahwa wirid mempunyai pengaruh yang amal kuat untuk menerangi kalbu dan mengendalikan anggota tubuh. Akan tetapi, ia tidak akan efektif kecuali setelah diamalkan secara berulang-ulang dan terus menerus di waktu-waktu tertentu. Jika engkau tidak termasuk orang-orang yang melewatkan seluruh siang dan malam dalam tugas-tugas kebaikan dan amal-amal khair. maka paling sedikit engkau harus mengamalkan beberapa wirid secara teratur pada waktu-waktu tertentu, jika pada suatu saat, dan karena suatu alasan, engkau tidak mengerjakannya, maka hendaknya engkau segera mengganti (meng-qadha’) wirid tersebut di waktu lain, agar nafsumu terbiasa dengan berbagai wirid tersebut.

Dalam setiap keadaan, manusia pasti membutuhkan tobat. Tidak ada seorang pun yang terlepas dari kebutuhan untuk bertobat, meskipun ia seorang yang Nabi yang ma’shum (terlindung dari perbuatan dosa), apalagi selainnya. Karena itulah para Malaikat, para Nabi dan Rasul, serta kaum Shiddiqin yang terjaga dari perbuatan dosa, mereka senantiasa memohon ampun (istighfar) dan bertobat kepada Allah. Jika demikian adanya, maka orang-orang yang suka mencampuradukkan kebaikan dan keburukan, yang suka bermaksiat dengan melakukan berbagai perbuatan dosa seperti kita ini, seharusnya lebih membutuhkan dan lebih wajib untuk bertobat. Oleh karena itu, jika memperoleh kemudahan, kita harus segera menyusul manusia-manusia terbaik tersebut. Dan hal ini dapat dilaksanakan jika kita senantiasa mau meneliti niat, perbuatan maupun ucapan kita. Jika kita mampu memperbaiki dan meluruskan ketiga hal tersebut, maka kita akan memperoleh waridat yang indah.

Waridat yang kita peroleh adalah sesuai dengan amal yang kita kerjakan. Karena itulah, orang-orang yang memiliki waridat tersebut menyatakan bahwa waridat yang tiba ke dalam hati adalah sesuai dengan macam wirid yang kita amalkan. Jika kita melakukan hal-hal yang baik, maka kita juga akan memperoleh hal yang baik. Wirid merupakan tubuh waridat. Sebagaimana ruh tidak akan masuk ke dalam jasad janin yang berada di perut ibu, kecuali setelah sempurnanya jasad tersebut, maka waridat juga tidak akan tiba di hati seorang hamba sebelum tubuhnya dihias dengan berbagai wirid. Oleh karena itu, orang-orang yang mengabaikan dan meremehkan wirid, mereka adalah orang-orang yang sangat bodoh, lalai dan sangat lemah pemahamannya.

Orang-orang yang berjalan menuju Allah memiliki perhatian, semangat dan ketekunan dalam membaca berbagai wirid. Mereka menikmati wirid-wirid tersebut. Inilah tanda kesungguhan mereka di dalam berjalan menuju Allah dan kemampuan pemahaman mereka yang besar. Barang siapa memahami kedudukan wirid, maka ia akan menaruh perhatian yang besar terhadap berbagai macam wirid dan dzikir. Sehingga perjalanannya menuju Allah berlangsung dengan baik dan ia akan senantiasa memperoleh limpahan karuria-Nya.

Adapun seseorang yang berada di dalam kebodohan, sedikit pun ia tidak akan menaruh perhatian terhadap berbagai macam wirid tersebut. Dan seandainya ia membaca salah satu wirid itu, maka ringan baginya untuk meninggalkannya. Jika salah satu wirid yang ia baca terlewatkan karena suatu sebab, maka ia tidak akan pernah merasa kehilangan maupun merindukannya. Ini merupakan tanda kebodohannya. Seseorang yang demikian keadaannya, sebenarnya ia tidak berjalan menuju Allah Ta’ala.*

Oleh karena itu, kalian pasti akan melihat keutamaan dan manfaat nyata yang akan diperoleh mereka yang suka membaca wirid, di dunia ini sebelum di Akhirat nanti. Kalian akan melihat perbedaan yang sangat besar antara orang-orang yang mengisi hari-hari mereka di tempat seperti ini dengan membaca, memuliakan dan mengagungkan wirid — ikut membaca wirid sebelum dan setelah subuh, sebelum dan setelah shalat dhuhur, dzikir sebelum shalat ashar, doa ketika berjabat tangan selepas shalat ashar dan wirid setelah ashar dengan hati yang khusyuk — dengan orang-orang yang mengabaikan berbagai macam wirid tersebut. Di antara mereka pasti tampak perbedaan yang sangat besar yang akan tampak dalam perjalanan kehidupan mereka di dunia maupun di Akhirat. Kedua kelompok manusia ini tidak dapat disamakan.

Orang yang memiliki ikatan hati dengan kaum sholihin tidak mungkin dapat disamakan dengan orang yang tidak memiliki ikatan hati dengan mereka.

yang menyandang akhlak mulia tidak mungkin dapat disamakan dengan mereka yang tidak menyandangnya. Orang yang beramal tidak mungkin dapat disamakan dengan orang yang tidak beramal. Bagaimana mungkin keduanya dapat disamakan. Allah Ta’ala mewahyukan:

ام حسب الذين اجترحوا السيئات ان نجعلهم كالذين ءامنوا وعملواالصلحت سواء محياهم ومماتهم ساء ما يحكمون(21

“Apakah orang-orang yang membuat kejahatan itu menyangka bahwa kami akan menjadikan mereka seperti orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, yaitu sama antara kehidupan dan kematian mereka? amat buruklah apa yang mereka sangka itu.” (Al-Jatsiah, 45:21)

Dapatkah disamakan seseorang yang ketika turun hujan rahmat hatinya khusyuk (ingat kepada Allah) dengan seseorang yang lalai? Apakah keduanya dapat disamakan? Yang satu hatinya selalu berhubungan dengan Allah sedangkan yang lain hatinya putus hubungan dengan-Nya. Yang satu menghadapkan diri kepada Allah sedangkan yang lain berpaling dari-Nya. Keduanya tidak mungkin dapat disamakan. Sudah menjadi ketentuan Allah di alam semesta, kedua jenis manusia ini tidak mungkin dapat disamakan. Tidaklah sama kegelapan dengan cayaha, orang yang normal penglihatannya dengan tuna netra, dan yang hidup dengan yang mati, meskipun semuanya adalah makhluk Allah. Karena itu, jika kalian perhatikan, orang-orang yang bertobat senantiasa menekuni berbagai wirid dan dzikir. Mereka akan banyak beristighfar memohon ampun kepada Allah. Rasulullah saw bersabda:

طوبى لمن وجد في صحيفته استغفارا كثيرا

. (HR Ibnu Majah)
‘Sungguh beruntung seseorang yang mendapati istighfar yang banyak dalam buku catatan amalnya

Setelah Rasulullah saw menyatakan mereka sebagai seorang yang sangat beruntung, maka mereka akan merasakan kenikmatan yang luar biasa.

Sumber : Obat Hati 1 Saduran Ceramah Al Habib Umar bin Hafidz
http://www.alhabibahmadnoveljindan.org

http://sufiroad.blogspot.co.id/search/label/Adab%20Spiritual

Ali Imran 17 dan 26 -27

Allah SWT berfirman:
اَلصّٰــبِرِيْنَ وَالصّٰدِقِــيْنَ وَالْقٰنِتِــيْنَ وَالْمُنْفِقِيْنَ وَالْمُسْتَغْفِرِيْنَ بِالْاَسْحَارِ

“(Juga) orang yang sabar, orang yang benar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 17)

Allah SWT berfirman:
قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَآءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَآءُ ۗ  بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ  اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Katakanlah (Muhammad), Wahai Tuhan Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 26)

Allah SWT berfirman:
تُوْلِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَارِ وَتُوْلِجُ النَّهَارَ فِى الَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَـيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَـيِّ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Dan Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 27)
* Via Al-Qur’an Indonesia http://quran-id.com

Luruskan dan betulkan niat

KISAH MASA DEPAN

ORANG-ORANG YANG PERTAMA MASUK NERAKA
 

Kisah Muslim – Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang yang pertama kali diadili pada Hari Kiamat ialah seorang laki-laki yang mati syahid. Ia dihadapkan, lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkannya pada berbagai nikmat yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepadanya, dan ia pun mengakuinya. Lantas Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya, ‘Apa yang telah engkau perbuat dengan berbagai nikmat itu?’ Ia menjawab, ‘Saya telah berperang karena-Mu sehingga saya mati syahid.’ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Kamu bohongg. Kamu berperang agar namamu disebut-sebut sebagai orang yang pemberani. Dan ternyata kamu telah disebut-sebut demikian.’ Kemudian orang tersebut diperintahkan agar diseret pada wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.”
“Selanjutnya adalah orang yang mempelajari ilmu, mengajarkannya, dan membaca Alquran. Ia dihadapkan, lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkannya pada berbagai nikmat yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepadanya, dan ia pun mengakuinya. Lantas Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya, ‘Apa yang telah engkau perbuat berbagai nikmat itu?’ Ia menjawab, ‘Saya telah mempelajari ilmu, mengajarkannya, dan membaca Alquran karena-Mu.’ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Kamu bohongg. Akan tetapi kamu belajar agar kamu disebut-sebut sebagai orang alim dan kamu membaca Alquran agar kamu disebut-sebut sebagai seorang qari’, dan kenyataannya kamu telah disebut-sebut demikian.’ Kemudian orang tersebut diperintahkan agar diseret pada wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.”
“Kemudian seorang yang diberi keleluasan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dikaruniai beragam harta benda, lantas ia dihadapkan, lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan Allah Subhanahu wa Ta’ala pada dirinya. Ia pun mengakuinya. Lantas Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya, ‘Apa yang telah engkau perbuat dengan berbagai nikmat itu?’ Ia menjawab, ‘Saya tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan yang Engkau buka melainkan pasti saya berinfak padanya karena-Mu.’ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Kamu bohong. Akan tetapi kamu melakukan hal tersebut agar kamu disebut-sebut sebagai orang yang dermawan. Dan kenyataan kamu telah disebut-sebut demikian.’ Kemudian orang tersebut diperintahkan agar diseret pada wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.”
Di dalam suatu riwayat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu membaca firman Allah Subhanahu wa Ta’ala berikut:
“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan .” (QS. Huud: 15-16)
Sumber: Hiburan Orang-orang Shalih, 101 Kisah Segar, Nyata dan Penuh Hikmah, Pustaka Arafah Cetakan 1

Solusi Pengobatan Qur ‘ani by ustadz Danu

Penyakit – 1

1. Hernia pada bayi/anak kecil.

Dibawah perut ada lubang kecil, salah satunya ada yg sobek. Ini terjadi biasanya krn ortu (salah satu dr suami/isteri) punyakeinginan yg kuat/keras kepala/kaku. Hernia ini mudah sembuh sebab elastis.

Solusinya:

– bayi ditidurkan pd posisi terlentang.
– minta kesembuhan & ampunan pada Allah
– memperbanyak sholat tahajud (dg tdk meninggalkan sholat wajib)

2. Tidak bisa jalan krn lutut kiri bengkak & tangan kanan bagian atas sakit (cekot2…bhs jawanya).

Untuk lutut kiri, biasanya berhubungan dg pekerja dirumah yg ingin dilakukan, tapi takut menyatakan dg terus terang. Untuk tangan kanan yg sakit, biasanya jika menyuruh orang
(baik itu pd keluarga sendiri/orang lain) untuk melakukan suatu
pekerjaan sering dengan emosi/marah.

Solusinya:

– mohon ampunan banyak2 pd Allah
– berjanji merubah tabiat/prilaku
– tidak meninggalkan sholat wajib, + sholat tahajut.

3. Gatal-gatal.

Lymphanya tidak bagus. Biasanya problem ini akan muncul krn keinginan yg sangat kuat khususnya dalam situasi rumah tangga/keluarga.

Solusinya: banyak2 istigfar, dan merubah sikap. Tidak meninggalkan sholat wajib

4.Gondok.

Biasanya ini keinginan bicara yg “ingin menang sendiri”, tapi

karena takut bicara, maka kelenjar thyroid membengkak.

Solusinya:

– Banyak2 mohon ampun/istigfar pada Allah
– Sholat wajib tdk boleh ditinggalkan, ditambah sholat tahajud.
– Mohon kesembuhan dari Allah

5. Kanker Rahim (stadium 3)

(jika bermasalah dg hal yg berhubungan dg “rahim/indung telur” biasanya ini menyangkut masalah terhadap orangtua, khususnya dengan IBU).
Untuk kanker rahim ini, biasanya muncul karena keseringan emosi/suka marah2/jengkel khususnya pada keluarga (anak2/suami/isteri/ibu kandung), namun disimpan saja.

Solusinya:

– Minta maaf pada orang2 yg disakiti
– Belajar untuk tdk marah2
– Bertobat pada Allah & mohon kesembuhannya
– Sholat wajib & tahajud.

6. Kelainan jantung.

Klep-nya bocor/terbuka. Biasanya ini dikarenakan sering menyimpan “emosi” yg kuat.

Solusinya:

– Banyak2 mohon ampun/istigfar pada Allah
– Sholat wajib tdk boleh ditinggalkan, ditambah sholat tahajud.
– Mohon kesembuhan dari Allah

7. Sakit Kuning.

Ini empedunya bermasalah. Biasanya karena terlalu banyak ngomong sehingga cenderung menyakiti orang lain.

Solusinya:

– Banyak2 mohon ampun/istigfar pada Allah
– Sholat wajib tdk boleh ditinggalkan, ditambah sholat tahajud.
– Mohon kesembuhan dari Allah

8. Sakit lever.

Biasanya punya dendam yg masih tersimpan.

Solusinya:

– Hilangkan dendam terlebih dahulu.
– Memaafkan orang yg dianggap bersalah.
– Banyak2 mohon ampun/istigfar pada Allah
– Sholat wajib tdk boleh ditinggalkan, ditambah sholat tahajud.
– Mohon kesembuhan dari Allah

9.Pengapuran di tulang belakang & kaki kiri bawah lutut & pinggang sakit.

Biasanya sering marah2/jengkel yg disimpan dan sering berobat ke dukun/paranormal.

Solusinya:

– harus merubah sikap
– kalau marah2 harus segera istigfar, dan sebaliknya memaafkan orang2 yg membuatnya jengkel/ marah.
– Banyak2 mohon ampun/istigfar pada Allah
– Sholat wajib tdk boleh ditinggalkan, ditambah sholat tahajud.
– Mohon kesembuhan dari Allah

10.Sakit Ginjal (sudah 10 tahun)

Biasanya ini sering marah2 pada isteri/suami/keluarga.

Solusinya:

– Banyak2 mohon ampun/istigfar pada Allah
– Sholat wajib tdk boleh ditinggalkan, ditambah sholat tahajud.
– Mohon kesembuhan dari Allah

11. Keluar darah dari hidung.

(Baik ini dikarenakan oleh polip maupun tumor). Biasanya ini berhubungan dengan “emosi” yg berkenaan dengan lingkungan (penciuman), misalnya krn tdk menyukais esuatu, maka emosi.

Solusinya:

– Banyak2 mohon ampun/istigfar pada Allah
– Sholat wajib tdk boleh ditinggalkan, ditambah sholat tahajud.
– Mohon kesembuhan dari Allah

12. Pusing/Migraine yang hebat.

Biasanya punya pikiran banyak dan sering su’udzon (negative thinking).

Solusinya:

– Banyak2 mohon ampun/istigfar pada Allah
– Sholat wajib tdk boleh ditinggalkan, ditambah sholat tahajud.
– Mohon kesembuhan dari Allah
13. Komplikasi. (asam lambung tinggi, hati gelisah susah tidur sehingga hrs menggunakan obat tidur)

Biasanya karena banyak masalah, misalnya memikirkan anak2, kangen dg anak yg jauh, dsb.

Solusinya:

– Banyak2 bersyukur pada Allah
– Minta maaf pada semuanya (keluarga & orang lain yg disakiti)
– Banyak2 mohon ampun/istigfar pada Allah
– Sholat wajib tdk boleh ditinggalkan, ditambah sholat tahajud.
– Mohon kesembuhan dari Allah

14. Herpes (di pinggang setengah lingkar sebelah kiri) & ginjal sebelah kiri ada kista.

Secara kedokteran memang penyebab Herpes adalah virus. Namun ini berhubungan dengan permasalahan dalam keluarga. Dalam “cara melihat” permasalahan dlm keluarga, disikapi dg kejengkelan/kekecewaan/amarah yang dipendam, dan terus menerus.

Solusinya:

– Belajar memahami masalah, dimusyawarahkan.
– Banyak2 mohon ampun/istigfar pada Allah
– Sholat wajib tdk boleh ditinggalkan, ditambah sholat tahajud.
– Mohon kesembuhan dari Allah

15. Bau Mulut.

Penyebabnya, jarang bicara. Jadi bakteri dlm mulut terus bekerja, sedang O2 tdk leluasa bekerja dg baik. Biasanya mempunyai sifat yg bicaranya tidak enak/suka bikin tersinggung/menyakiti/asbun.

Solusinya:

– Banyak2 mohon ampun/istigfar pada Allah
– Sholat wajib tdk boleh ditinggalkan, ditambah sholat tahajud.
– Mohon kesembuhan dari Allah

16. Bau Badan.

Biasanya orang ini gampang tersinggung, kalau dinasihati langsung “nyerang”, dan malas!

Solusinya:

– Jangan malas untuk mandi/membersihkan diri.
– Banyak2 mohon ampun/istigfar pada Allah
– Sholat wajib tdk boleh ditinggalkan, ditambah sholat tahajud.
– Mohon kesembuhan dari Allah

17. Benjolan di Leher (sebesar telur puyuh, dan sudah 6tahun);Mata Rabun; Ada benjolan di kemaluan.

Biasanya jarang bicara, tapi sekali bicara pedas. Ketika dulu,kalau ada kata/perlakuan yg tidak baik, disimpan saja, sehingga kelenjar thyroid membesar yg akhirnya menjadi benjolan besar.

Solusinya:

– Segala sesuatu hrs disikapi dengan sabar.
– Sifat yg takut bicara harus dirubah, ajak musyawarah.
– Sangan merasa paling benar
– Harus lemah lembut
– Banyak2 mohon ampun/istigfar pada Allah
– Sholat wajib tdk boleh ditinggalkan, ditambah sholat tahajud.
– Mohon kesembuhan dari Allah

18.Alergi
Keinginan yang kuat di barengi dengan kejengkelan, ada amalan untuk keselamatan

19.Batu ginjal 
Ketika istri melakukan kesalahan dan suami ngerti bahwa itu salah kemudian diam dan jengkel.

20. Pendengaran kurang
Tidak mendengarkan nasehat orang terutama orang yang terdekat.

21.Katarak
Memandang pasangan terlalu rendah dan tidak menuruti nasehat baik pasangannya.

22.Janin Sungsang
Ketika ada masalah sama suami kemudian istrinya diam dan jengkel.

23. Dismenor
Dengan suami/anak/orang lain kalau ada masalah sering uring-uringan.

24. Anak nakal
Orang tuanya juga sering marah-marah/uring-uringan/emosi.

25.Tumor ovarium
Punya rasa jengkel banget sama orang tua atau suami.

26.Nyeri perut
Punya amalan-amalan atau selalu mempunyai ke inginan yang kuat dan kalu tidak terpenuhi akan jengkel.

27. Kanker payudara 
Sering marah-marah sama suami atau anak.

28.Asam urat
Tidak luwes dalam keluarga.

29.Nyeri lutut
Mempunyai keinginan yang kuat dan kalau tidak terlaksana akan jengkel atau marah.

30. Nyeri lengan atas kanan
Memberikan nasehat yang baik kepada seseorang kemudian jengkel karena orang tersebut tidak mampu melaksanakannya.

31. Tumor tulang
Mempunyai keinginan yang kuat tapi diam dan jengkel.

32.Tumor
Orangnya ketaka ada masalah kemudian diam tapi dalam hatinya emosi.

33.Diabetes melitus
Suka memerintah terutama sama orang yang dekat dan kalau tidak di laksanakan akan marah/jengkel.

34.Ketuban pecah dini
Istri mempunyai rasa jenkel banget sama orang tuanya terutama ibunya dan suaminya ada rasa marah sama bapaknya.

35. Stroke dan hipertensi, Hidrosepalus
Suka marah-marah tapi marahnya di dalam hati atau marahnya tidak keluar.

36.Mata minus
Memandang sesuatu selalu serius.

37. Penebalan Kulit
Ada amalan-amalan yang selalu di baca ketika ngelamun atau lagi beraktifitas.

38.Susah punya anakKurang cekatan/agresif dalam beribadah dan kurang mesra terhadap pasangan atau sudah dingin.

At Taubah 24

Allah SWT berfirman:
قُلْ اِنْ كَانَ اٰبَآؤُكُمْ وَاَبْنَآؤُكُمْ وَاِخْوَانُكُمْ وَاَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَ اَمْوَالُ   اۨ قْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَ مَسٰكِنُ تَرْضَوْنَهَاۤ اَحَبَّ اِلَيْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَ جِهَادٍ فِيْ سَبِيْلِهٖ فَتَرَ بَّصُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَمْرِهٖ   ۗ  وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ

“Katakanlah, Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.”

(QS. At-Taubah 9: Ayat 24)
* Via Al-Qur’an Indonesia http://quran-id.com

Bab 3

<

p id=”header” style=”position:fixed;top:0;width:768px;z-index:8;border-bottom:5px solid rgb(102,102,102);background-color:rgb(0,0,0);background-repeat:repeat;height:45px;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;color:rgb(255,255,255);”>

<

p id=”headbox” style=”text-align:center;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding-top:8px;height:40px;”>

TERJEMAH WASHOYA

<

p id=”single” style=”padding:55px 5px 5px;”>

<

p id=”isi” style=”padding:5px;background-color:rgb(241,241,241);border:1px solid rgb(204,204,204);margin-right:0;margin-bottom:3px;margin-left:0;color:rgb(255,255,255);font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:20.25px;”>

<

p align=”center” style=”padding-left:4px;padding-right:4px;color:rgb(0,0,0);”>

Pelajaran 3


HAK DAN KEWAJIBAN TERHADAP ALLAH DAN RASUL- NYA

 Wahai anakku, sesungguhnya Allah Tabaaraka Wa Ta’ala (yang banyak berkahnya lagi Maha Luhur)  telah menciptakanmu dan menyempurnakan berbagai nikmatnya padamu baik lahir maupun batin. Tidaklah kau sadari, sesungguhnya awal darimu hanyalah setetes air (mani) yang memancar kerahim ibumu atas curahan nikmat serta rahmat Rabbmu engkau lahir dari kandungan ibumu sehingga anak manusia yang sempurna. Allah menganugrahi dirimu dengan lisan sehingga engkau dapat berbicara, telinga sehingga dapat mendengar, mata sehingga engkau dapat melihat dan akal sehingga engkau dapat membeakan yang baik dan buruk. Sesuai dengan firman-Nya: “Dan Allah telah mengelkuarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.” (QS. An Nahl: 78) 
Bukankah Allah yang telah memberimu berbagai nikmat dan anugerah serta kebaikan dari sisi-Nya dan Dia pula yang berkuasa mencabut kembali segala nikmat, anugerah dan kebaikan  itu dari sisimu bila engkau melakukan perbuatan yang menyebabkan murka-Nya. 
Wahai anakku, kewajibanmu yang pertama tehadap Allah Penciptamu yang Maha Luhur dalam segala hal adalah mengetahui sifat-sifa-Nya yang sempurna, dan bersungguh-bersungguh dalam taat pada-Nya dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjahui laranga-Nya. Hendaklah engkau yakin dengan teguh dan mantap bahwa yang engkau pilih buatmu sendiri. Jangan mengikuti hawa nafsu mengerjakan sesuatu yang tidak berguna, dan taat pada makhluk, baik mulia ataupun hina (dalam pandanganmu) sehingga menghalangi drimu untuk taat dan beribadah pada Rabbmu. 
Wahai anakku, sebagaian dari kasih sayang Allah kepada para hamba-Nya ialah dengan mengutus beberapa orang rasul “alaihimussalaatu wasallam” (semoga rahmat dan salam dicurahkan kepada para utusan), untuk memberi petunjuk kepada manusia dalam melaksanakan ibadah dan urusan dunia mereka. Rasul terakhir sebagai penutup ialah Muhammad bin Abdillah bin Abdil Muthalib berkebangsaan Arab dari Bani Hasyim Shallahu alaihi wasallam (semoga rahmat dan keselamatan selalu dicurahkan pada beliau). Mentaati perintah rasul Allah yang mulia itu wajib atas dirimu seperti engkau menaati perintah-perintah Allah yang telah menciptakanmu: “Hai orang-orang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul serta ulil amri (pemimpin) diantaramu.” (QS. An Nisa’: 59). “Barangsiapa yang taat pada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan barangsiapa yang bepaling niscaya akan diadzab-Nya dengan adzab yang pedih.” (QS. Al Fath: 17). 
Wahai anakku, sesungguhnya Rasulullah saw. Tidak pernah berbicara mengikuti hawa nafsunya, setiap perintah dan larangannya adalah berdasarkan wahyu Allah. Karena itu taat kepada Rasulullah merupakan bagian ketaatan kepada Allah yang Maha Bijaksana: “Katakanlah, jika kamu mencintai Allah, maka ikutillah aku, niscaya Allah akan mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” (QS. Ali Imran: 31). 
Wahai anaku, tidak sempurna iman seseorang sebelum cintanya pada Allah dan Rasul-Nya melebihi kecintaanya terhadap segala sesuatu selain Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah saw. Telah bersabda: ”Tidaklah sempurna iman seseorang diantara kamu sekalian, sehingga diriku lebih dicintainya daripada orang tua dan anak kandungnya serta umat manusia seuruhnya.“ (Hadist Riwayat Iman Ahmad, Bukhori, Nasai, Ibnu Majah, dari Anas bin Malik ra.)