Ibadah Para Ulama Ahli Hadits Yang Menakjubkan

Sumber: Ibadah Para Ulama Ahli Hadits Yang Menakjubkan

Iklan

Ali Imran 17 dan 26 -27

Allah SWT berfirman:
اَلصّٰــبِرِيْنَ وَالصّٰدِقِــيْنَ وَالْقٰنِتِــيْنَ وَالْمُنْفِقِيْنَ وَالْمُسْتَغْفِرِيْنَ بِالْاَسْحَارِ

“(Juga) orang yang sabar, orang yang benar, orang yang taat, orang yang menginfakkan hartanya, dan orang yang memohon ampunan pada waktu sebelum fajar.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 17)

Allah SWT berfirman:
قُلِ اللّٰهُمَّ مٰلِكَ الْمُلْكِ تُؤْتِى الْمُلْكَ مَنْ تَشَآءُ وَتَنْزِعُ الْمُلْكَ مِمَّنْ تَشَآءُ وَتُعِزُّ مَنْ تَشَآءُ وَتُذِلُّ مَنْ تَشَآءُ ۗ  بِيَدِكَ الْخَيْرُ ۗ  اِنَّكَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

“Katakanlah (Muhammad), Wahai Tuhan Pemilik kekuasaan, Engkau berikan kekuasaan kepada siapa pun yang Engkau kehendaki, dan Engkau cabut kekuasaan dari siapa pun yang Engkau kehendaki. Engkau muliakan siapa pun yang Engkau kehendaki dan Engkau hinakan siapa pun yang Engkau kehendaki. Di tangan Engkaulah segala kebajikan. Sungguh, Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 26)

Allah SWT berfirman:
تُوْلِجُ الَّيْلَ فِى النَّهَارِ وَتُوْلِجُ النَّهَارَ فِى الَّيْلِ وَتُخْرِجُ الْحَـيَّ مِنَ الْمَيِّتِ وَتُخْرِجُ الْمَيِّتَ مِنَ الْحَـيِّ وَتَرْزُقُ مَنْ تَشَآءُ بِغَيْرِ حِسَابٍ

“Engkau masukkan malam ke dalam siang dan Engkau masukkan siang ke dalam malam. Dan Engkau keluarkan yang hidup dari yang mati, dan Engkau keluarkan yang mati dari yang hidup. Dan Engkau berikan rezeki kepada siapa yang Engkau kehendaki tanpa perhitungan.”

(QS. Ali ‘Imran 3: Ayat 27)
* Via Al-Qur’an Indonesia http://quran-id.com

Luruskan dan betulkan niat

KISAH MASA DEPAN

ORANG-ORANG YANG PERTAMA MASUK NERAKA
 

Kisah Muslim – Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Sesungguhnya orang yang pertama kali diadili pada Hari Kiamat ialah seorang laki-laki yang mati syahid. Ia dihadapkan, lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkannya pada berbagai nikmat yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepadanya, dan ia pun mengakuinya. Lantas Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya, ‘Apa yang telah engkau perbuat dengan berbagai nikmat itu?’ Ia menjawab, ‘Saya telah berperang karena-Mu sehingga saya mati syahid.’ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Kamu bohongg. Kamu berperang agar namamu disebut-sebut sebagai orang yang pemberani. Dan ternyata kamu telah disebut-sebut demikian.’ Kemudian orang tersebut diperintahkan agar diseret pada wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.”
“Selanjutnya adalah orang yang mempelajari ilmu, mengajarkannya, dan membaca Alquran. Ia dihadapkan, lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkannya pada berbagai nikmat yang telah Allah Subhanahu wa Ta’ala berikan kepadanya, dan ia pun mengakuinya. Lantas Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya, ‘Apa yang telah engkau perbuat berbagai nikmat itu?’ Ia menjawab, ‘Saya telah mempelajari ilmu, mengajarkannya, dan membaca Alquran karena-Mu.’ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Kamu bohongg. Akan tetapi kamu belajar agar kamu disebut-sebut sebagai orang alim dan kamu membaca Alquran agar kamu disebut-sebut sebagai seorang qari’, dan kenyataannya kamu telah disebut-sebut demikian.’ Kemudian orang tersebut diperintahkan agar diseret pada wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.”
“Kemudian seorang yang diberi keleluasan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dan dikaruniai beragam harta benda, lantas ia dihadapkan, lalu Allah Subhanahu wa Ta’ala mengingatkan kepadanya kenikmatan-kenikmatan Allah Subhanahu wa Ta’ala pada dirinya. Ia pun mengakuinya. Lantas Allah Subhanahu wa Ta’ala bertanya, ‘Apa yang telah engkau perbuat dengan berbagai nikmat itu?’ Ia menjawab, ‘Saya tidak pernah menyia-nyiakan kesempatan yang Engkau buka melainkan pasti saya berinfak padanya karena-Mu.’ Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, ‘Kamu bohong. Akan tetapi kamu melakukan hal tersebut agar kamu disebut-sebut sebagai orang yang dermawan. Dan kenyataan kamu telah disebut-sebut demikian.’ Kemudian orang tersebut diperintahkan agar diseret pada wajahnya hingga dilemparkan ke dalam neraka.”
Di dalam suatu riwayat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu membaca firman Allah Subhanahu wa Ta’ala berikut:
“Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan. Itulah orang-orang yang tidak memperoleh di akhirat, kecuali neraka dan lenyaplah di akhirat itu apa yang telah mereka usahakan di dunia dan sia-sialah apa yang telah mereka kerjakan .” (QS. Huud: 15-16)
Sumber: Hiburan Orang-orang Shalih, 101 Kisah Segar, Nyata dan Penuh Hikmah, Pustaka Arafah Cetakan 1

Solusi Pengobatan Qur ‘ani by ustadz Danu

Penyakit – 1

1. Hernia pada bayi/anak kecil.

Dibawah perut ada lubang kecil, salah satunya ada yg sobek. Ini terjadi biasanya krn ortu (salah satu dr suami/isteri) punyakeinginan yg kuat/keras kepala/kaku. Hernia ini mudah sembuh sebab elastis.

Solusinya:

– bayi ditidurkan pd posisi terlentang.
– minta kesembuhan & ampunan pada Allah
– memperbanyak sholat tahajud (dg tdk meninggalkan sholat wajib)

2. Tidak bisa jalan krn lutut kiri bengkak & tangan kanan bagian atas sakit (cekot2…bhs jawanya).

Untuk lutut kiri, biasanya berhubungan dg pekerja dirumah yg ingin dilakukan, tapi takut menyatakan dg terus terang. Untuk tangan kanan yg sakit, biasanya jika menyuruh orang
(baik itu pd keluarga sendiri/orang lain) untuk melakukan suatu
pekerjaan sering dengan emosi/marah.

Solusinya:

– mohon ampunan banyak2 pd Allah
– berjanji merubah tabiat/prilaku
– tidak meninggalkan sholat wajib, + sholat tahajut.

3. Gatal-gatal.

Lymphanya tidak bagus. Biasanya problem ini akan muncul krn keinginan yg sangat kuat khususnya dalam situasi rumah tangga/keluarga.

Solusinya: banyak2 istigfar, dan merubah sikap. Tidak meninggalkan sholat wajib

4.Gondok.

Biasanya ini keinginan bicara yg “ingin menang sendiri”, tapi

karena takut bicara, maka kelenjar thyroid membengkak.

Solusinya:

– Banyak2 mohon ampun/istigfar pada Allah
– Sholat wajib tdk boleh ditinggalkan, ditambah sholat tahajud.
– Mohon kesembuhan dari Allah

5. Kanker Rahim (stadium 3)

(jika bermasalah dg hal yg berhubungan dg “rahim/indung telur” biasanya ini menyangkut masalah terhadap orangtua, khususnya dengan IBU).
Untuk kanker rahim ini, biasanya muncul karena keseringan emosi/suka marah2/jengkel khususnya pada keluarga (anak2/suami/isteri/ibu kandung), namun disimpan saja.

Solusinya:

– Minta maaf pada orang2 yg disakiti
– Belajar untuk tdk marah2
– Bertobat pada Allah & mohon kesembuhannya
– Sholat wajib & tahajud.

6. Kelainan jantung.

Klep-nya bocor/terbuka. Biasanya ini dikarenakan sering menyimpan “emosi” yg kuat.

Solusinya:

– Banyak2 mohon ampun/istigfar pada Allah
– Sholat wajib tdk boleh ditinggalkan, ditambah sholat tahajud.
– Mohon kesembuhan dari Allah

7. Sakit Kuning.

Ini empedunya bermasalah. Biasanya karena terlalu banyak ngomong sehingga cenderung menyakiti orang lain.

Solusinya:

– Banyak2 mohon ampun/istigfar pada Allah
– Sholat wajib tdk boleh ditinggalkan, ditambah sholat tahajud.
– Mohon kesembuhan dari Allah

8. Sakit lever.

Biasanya punya dendam yg masih tersimpan.

Solusinya:

– Hilangkan dendam terlebih dahulu.
– Memaafkan orang yg dianggap bersalah.
– Banyak2 mohon ampun/istigfar pada Allah
– Sholat wajib tdk boleh ditinggalkan, ditambah sholat tahajud.
– Mohon kesembuhan dari Allah

9.Pengapuran di tulang belakang & kaki kiri bawah lutut & pinggang sakit.

Biasanya sering marah2/jengkel yg disimpan dan sering berobat ke dukun/paranormal.

Solusinya:

– harus merubah sikap
– kalau marah2 harus segera istigfar, dan sebaliknya memaafkan orang2 yg membuatnya jengkel/ marah.
– Banyak2 mohon ampun/istigfar pada Allah
– Sholat wajib tdk boleh ditinggalkan, ditambah sholat tahajud.
– Mohon kesembuhan dari Allah

10.Sakit Ginjal (sudah 10 tahun)

Biasanya ini sering marah2 pada isteri/suami/keluarga.

Solusinya:

– Banyak2 mohon ampun/istigfar pada Allah
– Sholat wajib tdk boleh ditinggalkan, ditambah sholat tahajud.
– Mohon kesembuhan dari Allah

11. Keluar darah dari hidung.

(Baik ini dikarenakan oleh polip maupun tumor). Biasanya ini berhubungan dengan “emosi” yg berkenaan dengan lingkungan (penciuman), misalnya krn tdk menyukais esuatu, maka emosi.

Solusinya:

– Banyak2 mohon ampun/istigfar pada Allah
– Sholat wajib tdk boleh ditinggalkan, ditambah sholat tahajud.
– Mohon kesembuhan dari Allah

12. Pusing/Migraine yang hebat.

Biasanya punya pikiran banyak dan sering su’udzon (negative thinking).

Solusinya:

– Banyak2 mohon ampun/istigfar pada Allah
– Sholat wajib tdk boleh ditinggalkan, ditambah sholat tahajud.
– Mohon kesembuhan dari Allah
13. Komplikasi. (asam lambung tinggi, hati gelisah susah tidur sehingga hrs menggunakan obat tidur)

Biasanya karena banyak masalah, misalnya memikirkan anak2, kangen dg anak yg jauh, dsb.

Solusinya:

– Banyak2 bersyukur pada Allah
– Minta maaf pada semuanya (keluarga & orang lain yg disakiti)
– Banyak2 mohon ampun/istigfar pada Allah
– Sholat wajib tdk boleh ditinggalkan, ditambah sholat tahajud.
– Mohon kesembuhan dari Allah

14. Herpes (di pinggang setengah lingkar sebelah kiri) & ginjal sebelah kiri ada kista.

Secara kedokteran memang penyebab Herpes adalah virus. Namun ini berhubungan dengan permasalahan dalam keluarga. Dalam “cara melihat” permasalahan dlm keluarga, disikapi dg kejengkelan/kekecewaan/amarah yang dipendam, dan terus menerus.

Solusinya:

– Belajar memahami masalah, dimusyawarahkan.
– Banyak2 mohon ampun/istigfar pada Allah
– Sholat wajib tdk boleh ditinggalkan, ditambah sholat tahajud.
– Mohon kesembuhan dari Allah

15. Bau Mulut.

Penyebabnya, jarang bicara. Jadi bakteri dlm mulut terus bekerja, sedang O2 tdk leluasa bekerja dg baik. Biasanya mempunyai sifat yg bicaranya tidak enak/suka bikin tersinggung/menyakiti/asbun.

Solusinya:

– Banyak2 mohon ampun/istigfar pada Allah
– Sholat wajib tdk boleh ditinggalkan, ditambah sholat tahajud.
– Mohon kesembuhan dari Allah

16. Bau Badan.

Biasanya orang ini gampang tersinggung, kalau dinasihati langsung “nyerang”, dan malas!

Solusinya:

– Jangan malas untuk mandi/membersihkan diri.
– Banyak2 mohon ampun/istigfar pada Allah
– Sholat wajib tdk boleh ditinggalkan, ditambah sholat tahajud.
– Mohon kesembuhan dari Allah

17. Benjolan di Leher (sebesar telur puyuh, dan sudah 6tahun);Mata Rabun; Ada benjolan di kemaluan.

Biasanya jarang bicara, tapi sekali bicara pedas. Ketika dulu,kalau ada kata/perlakuan yg tidak baik, disimpan saja, sehingga kelenjar thyroid membesar yg akhirnya menjadi benjolan besar.

Solusinya:

– Segala sesuatu hrs disikapi dengan sabar.
– Sifat yg takut bicara harus dirubah, ajak musyawarah.
– Sangan merasa paling benar
– Harus lemah lembut
– Banyak2 mohon ampun/istigfar pada Allah
– Sholat wajib tdk boleh ditinggalkan, ditambah sholat tahajud.
– Mohon kesembuhan dari Allah

18.Alergi
Keinginan yang kuat di barengi dengan kejengkelan, ada amalan untuk keselamatan

19.Batu ginjal 
Ketika istri melakukan kesalahan dan suami ngerti bahwa itu salah kemudian diam dan jengkel.

20. Pendengaran kurang
Tidak mendengarkan nasehat orang terutama orang yang terdekat.

21.Katarak
Memandang pasangan terlalu rendah dan tidak menuruti nasehat baik pasangannya.

22.Janin Sungsang
Ketika ada masalah sama suami kemudian istrinya diam dan jengkel.

23. Dismenor
Dengan suami/anak/orang lain kalau ada masalah sering uring-uringan.

24. Anak nakal
Orang tuanya juga sering marah-marah/uring-uringan/emosi.

25.Tumor ovarium
Punya rasa jengkel banget sama orang tua atau suami.

26.Nyeri perut
Punya amalan-amalan atau selalu mempunyai ke inginan yang kuat dan kalu tidak terpenuhi akan jengkel.

27. Kanker payudara 
Sering marah-marah sama suami atau anak.

28.Asam urat
Tidak luwes dalam keluarga.

29.Nyeri lutut
Mempunyai keinginan yang kuat dan kalau tidak terlaksana akan jengkel atau marah.

30. Nyeri lengan atas kanan
Memberikan nasehat yang baik kepada seseorang kemudian jengkel karena orang tersebut tidak mampu melaksanakannya.

31. Tumor tulang
Mempunyai keinginan yang kuat tapi diam dan jengkel.

32.Tumor
Orangnya ketaka ada masalah kemudian diam tapi dalam hatinya emosi.

33.Diabetes melitus
Suka memerintah terutama sama orang yang dekat dan kalau tidak di laksanakan akan marah/jengkel.

34.Ketuban pecah dini
Istri mempunyai rasa jenkel banget sama orang tuanya terutama ibunya dan suaminya ada rasa marah sama bapaknya.

35. Stroke dan hipertensi, Hidrosepalus
Suka marah-marah tapi marahnya di dalam hati atau marahnya tidak keluar.

36.Mata minus
Memandang sesuatu selalu serius.

37. Penebalan Kulit
Ada amalan-amalan yang selalu di baca ketika ngelamun atau lagi beraktifitas.

38.Susah punya anakKurang cekatan/agresif dalam beribadah dan kurang mesra terhadap pasangan atau sudah dingin.

At Taubah 24

Allah SWT berfirman:
قُلْ اِنْ كَانَ اٰبَآؤُكُمْ وَاَبْنَآؤُكُمْ وَاِخْوَانُكُمْ وَاَزْوَاجُكُمْ وَعَشِيْرَتُكُمْ وَ اَمْوَالُ   اۨ قْتَرَفْتُمُوْهَا وَتِجَارَةٌ تَخْشَوْنَ كَسَادَهَا وَ مَسٰكِنُ تَرْضَوْنَهَاۤ اَحَبَّ اِلَيْكُمْ مِّنَ اللّٰهِ وَرَسُوْلِهٖ وَ جِهَادٍ فِيْ سَبِيْلِهٖ فَتَرَ بَّصُوْا حَتّٰى يَأْتِيَ اللّٰهُ بِاَمْرِهٖ   ۗ  وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْفٰسِقِيْنَ

“Katakanlah, Jika bapak-bapakmu, anak-anakmu, saudara-saudaramu, istri-istrimu, keluargamu, harta kekayaan yang kamu usahakan, perdagangan yang kamu khawatirkan kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kamu sukai, lebih kamu cintai daripada Allah dan Rasul-Nya serta berjihad di jalan-Nya, maka tunggulah sampai Allah memberikan keputusan-Nya. Dan Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang fasik.”

(QS. At-Taubah 9: Ayat 24)
* Via Al-Qur’an Indonesia http://quran-id.com

Bab 3

<

p id=”header” style=”position:fixed;top:0;width:768px;z-index:8;border-bottom:5px solid rgb(102,102,102);background-color:rgb(0,0,0);background-repeat:repeat;height:45px;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;color:rgb(255,255,255);”>

<

p id=”headbox” style=”text-align:center;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding-top:8px;height:40px;”>

TERJEMAH WASHOYA

<

p id=”single” style=”padding:55px 5px 5px;”>

<

p id=”isi” style=”padding:5px;background-color:rgb(241,241,241);border:1px solid rgb(204,204,204);margin-right:0;margin-bottom:3px;margin-left:0;color:rgb(255,255,255);font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:20.25px;”>

<

p align=”center” style=”padding-left:4px;padding-right:4px;color:rgb(0,0,0);”>

Pelajaran 3


HAK DAN KEWAJIBAN TERHADAP ALLAH DAN RASUL- NYA

 Wahai anakku, sesungguhnya Allah Tabaaraka Wa Ta’ala (yang banyak berkahnya lagi Maha Luhur)  telah menciptakanmu dan menyempurnakan berbagai nikmatnya padamu baik lahir maupun batin. Tidaklah kau sadari, sesungguhnya awal darimu hanyalah setetes air (mani) yang memancar kerahim ibumu atas curahan nikmat serta rahmat Rabbmu engkau lahir dari kandungan ibumu sehingga anak manusia yang sempurna. Allah menganugrahi dirimu dengan lisan sehingga engkau dapat berbicara, telinga sehingga dapat mendengar, mata sehingga engkau dapat melihat dan akal sehingga engkau dapat membeakan yang baik dan buruk. Sesuai dengan firman-Nya: “Dan Allah telah mengelkuarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui apa-apa, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan, dan hati agar kamu bersyukur.” (QS. An Nahl: 78) 
Bukankah Allah yang telah memberimu berbagai nikmat dan anugerah serta kebaikan dari sisi-Nya dan Dia pula yang berkuasa mencabut kembali segala nikmat, anugerah dan kebaikan  itu dari sisimu bila engkau melakukan perbuatan yang menyebabkan murka-Nya. 
Wahai anakku, kewajibanmu yang pertama tehadap Allah Penciptamu yang Maha Luhur dalam segala hal adalah mengetahui sifat-sifa-Nya yang sempurna, dan bersungguh-bersungguh dalam taat pada-Nya dengan melaksanakan segala perintah-Nya dan menjahui laranga-Nya. Hendaklah engkau yakin dengan teguh dan mantap bahwa yang engkau pilih buatmu sendiri. Jangan mengikuti hawa nafsu mengerjakan sesuatu yang tidak berguna, dan taat pada makhluk, baik mulia ataupun hina (dalam pandanganmu) sehingga menghalangi drimu untuk taat dan beribadah pada Rabbmu. 
Wahai anakku, sebagaian dari kasih sayang Allah kepada para hamba-Nya ialah dengan mengutus beberapa orang rasul “alaihimussalaatu wasallam” (semoga rahmat dan salam dicurahkan kepada para utusan), untuk memberi petunjuk kepada manusia dalam melaksanakan ibadah dan urusan dunia mereka. Rasul terakhir sebagai penutup ialah Muhammad bin Abdillah bin Abdil Muthalib berkebangsaan Arab dari Bani Hasyim Shallahu alaihi wasallam (semoga rahmat dan keselamatan selalu dicurahkan pada beliau). Mentaati perintah rasul Allah yang mulia itu wajib atas dirimu seperti engkau menaati perintah-perintah Allah yang telah menciptakanmu: “Hai orang-orang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul serta ulil amri (pemimpin) diantaramu.” (QS. An Nisa’: 59). “Barangsiapa yang taat pada Allah dan Rasul-Nya, niscaya Allah akan memasukkannya ke dalam syurga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, dan barangsiapa yang bepaling niscaya akan diadzab-Nya dengan adzab yang pedih.” (QS. Al Fath: 17). 
Wahai anakku, sesungguhnya Rasulullah saw. Tidak pernah berbicara mengikuti hawa nafsunya, setiap perintah dan larangannya adalah berdasarkan wahyu Allah. Karena itu taat kepada Rasulullah merupakan bagian ketaatan kepada Allah yang Maha Bijaksana: “Katakanlah, jika kamu mencintai Allah, maka ikutillah aku, niscaya Allah akan mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu, Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyanyang.” (QS. Ali Imran: 31). 
Wahai anaku, tidak sempurna iman seseorang sebelum cintanya pada Allah dan Rasul-Nya melebihi kecintaanya terhadap segala sesuatu selain Allah dan Rasul-Nya. Rasulullah saw. Telah bersabda: ”Tidaklah sempurna iman seseorang diantara kamu sekalian, sehingga diriku lebih dicintainya daripada orang tua dan anak kandungnya serta umat manusia seuruhnya.“ (Hadist Riwayat Iman Ahmad, Bukhori, Nasai, Ibnu Majah, dari Anas bin Malik ra.)

Bab 2

<

p id=”header” style=”position:fixed;top:0;width:768px;z-index:8;border-bottom:5px solid rgb(102,102,102);background-color:rgb(0,0,0);background-repeat:repeat;height:45px;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;color:rgb(255,255,255);font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:20.25px;”>

<

p id=”headbox” style=”text-align:center;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding-top:8px;height:40px;”>

TERJEMAH WASHOYA

<

p id=”single” style=”padding:55px 5px 5px;color:rgb(255,255,255);font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:20.25px;”>

<

p id=”isi” style=”padding:5px;background-color:rgb(241,241,241);border:1px solid rgb(204,204,204);margin-right:0;margin-bottom:3px;margin-left:0;”>

<

p align=”center” style=”padding-left:4px;padding-right:4px;color:rgb(0,0,0);”>

Pelajaran 2


WASIAT BERTAQWA KEPADA ALLAH

Wahai anakku, sesungguhnya Rabbmu mengetahui apa yang tersimpan dalam hatimu, semua yang di ucapkan oleh lisanmu dan melihat seluruh perbuatanmu. Karena itu bertaqwalah pada Allah Yang Maha Agung. 
Wahai anakku, hindarilah olehmu jangan sampai Allah tidak ridla dengan perbuatanmu. Hidarilah olehmu jangan sampai Rabbmu yg telah menciptakanmu, memberimu rezki dan akal yang sehat sehingga engkau dapat mengamalkannya dalam hidup dan kehidupan itu murka kepadamu. Bagaimanakah perasaanmu bila engkau berbuat sesuatu yang  dilarang oleh orang tuamu, sedangkan orang tuamu melihat pebuatan itu? Tidakkah engkau takut keduanya memarahimu? hendaklah perbuatanmu terhadap Allah pun demikian. karena Allah selalu memperhatikan segala perbuatanmu, walau engkau tidak melihat-Nya. Jangan sekal-ikali engkau mengingkari perintah Allah dan jangan engkau melakukan sesuatu yang dilarang-Nya. 
Wahai anakku, sesungguhnya ancaman dan siksa Rabbnu sangat  keras dan berat. Karena itu  takutlah engkau anakku, takutlah pada murka rabbmu jangan sampai  sifat “Halim” (kebijakan) Allah membujuk  dirimu. “Sesungguhnya Allah menangguhkan siksanya pada orang yang zalim sampai dengan Allah menyiksanya, sehingga dia tidak dapat lepas  dari adzab yang pedih.” (Hadis ini “Syarif” diriwatkan oleh Bhukhari, Muslim, Tirmizi, dan Ibnu Majah dari Abi Musa Al-Asy’ari dari Nabi saw.). 
Wahai anakku, sesungguhnya dalam taat pada Allah itu terdapat kenikmatan dan kebahagiaan yang tidak dapat di dicapai, kecuali dengan berulangkali menghadapi cobaan.  Karena itu anakku, taatlah kepada Rabbu dengan sikap tabah menghadapi cobaan, agar engkau mendapat kenikmatan dalam beribadah dan kebahagiaan dalam taqwa pada Allah, sehingga engkau dapat mengetahui  dan merasakan keiklasanku  dalam menasehatimu. 
Wahai anaku, sungguh pada mulanya akan kau dapati perasaan berat untuk taat pada Allah. Tabah dan sabarlah menghadapi hal itu, sehingga ketaatanmu pada Allah mejadi suatu kebiasaan yang engkau lakukan dengan penuh kesadaran. 
Wahai anakku, mawas dirilah ketika engkau berada dibangku sekolah kala engkau belajar, membaca dan menulis. Dianjurkan padamu agar menghafal Al Qur’anul Karim. Apakah engkau tidak merasa malu di sekolah dan dihadapan gurumu bila engkau tidak mematuhi tata tertib, padahal dirimu dituntut untuk itu. Karena itu ingat lah! Pada hari ini engkau telah mengetahui keutamaan dalam menuntut ilmu dan engkau telah tahu bahwa gurumu adalah orang yang selalu berusaha bagi kemaslahatan (kebaikan) dirimu. 
Wahai anakku, dengar dan perhatikan nasihatku, sabarlah dalam  taat kepada Allah, seperti kesabaranmu dalam belajar disekolah. Suatu saat engkau akan mengetahui faedah nasihat ini dan akan jelas suatu kau rasakan bila dirimu mendapat pertolongan Allah untuk melaksanakan nasihat-nasihat gurumu. 
Wahai anakku, janganlah kau mengira bahwa bertakwa kepada Allah cukup dengan sholat, shaum (dibulan Ramadhan) dan ibadah-ibadah sejenisnya saja. Sesungguhnya taqwa pada Allah itu mencakup segala hal. Sebab itu bertaqwalah kepada Allah dalam beribadah pada Robbmu, jangan sekali-kali engkau mengingkari dalam bergaul dengsn teman-temanmu, jangan  sampai menyakiti hati mereka. Bertaqwalah pada Allah dalam menegakkan Dien-mu, jangan sekali-kali engkau khianati ketentuan Allah dan pertahankanlah jangan samai Dien-mu dikuwasai musuh. Bertakwalah pada Allah, jangan menunda-nunda ibadah dikala sehatmu dan jangan hiasi dirimu kecuali Ahlaqul Karimah (akhlaq yang mulia). 
Wahai anakku, Rasullah saw. telah bersabda: “Bertaqwalah pada Allah dimana saja engkau berada, ikutilah segera perbuatan jelek (maksiat) dengan perbuatan baik (ibadah), maka ibadah itu akanmenghapus dosa dari maksiat. Dan berakhlaq baiklah dihadapan umat manusia.” (Hadits Riwayat Imam Ahmad, Tirmidzi, dan Hakim dari Abu Dzar dan Mu’adz bin Jabal).

 

Bab I

<

p id=”header” style=”position:fixed;top:0;width:768px;z-index:8;border-bottom:5px solid rgb(102,102,102);background-color:rgb(0,0,0);background-repeat:repeat;height:45px;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;color:rgb(255,255,255);font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:20.25px;”>

<

p id=”headbox” style=”text-align:center;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding-top:8px;height:40px;”>

TERJEMAH WASHOYA

<

p id=”single” style=”padding:55px 5px 5px;color:rgb(255,255,255);font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:20.25px;”>

<

p id=”isi” style=”padding:5px;background-color:rgb(241,241,241);border:1px solid rgb(204,204,204);margin-right:0;margin-bottom:3px;margin-left:0;”>

<

p align=”center” style=”padding-left:4px;padding-right:4px;color:rgb(0,0,0);”>

Pelajaran 1


NASIHAT GURU KEPADA MURIDNYA

Wahai anakku, semoga Allah memberimu petunjuk dan pertolongan untuk selalu beramal sholih. Sesungguhnya bagiku engkau ibarat seorang anak yang berada di sisi ayah yang dicintainya.  Aku akan bahagia dirimu berbadan sehat, berpendirian kuat, suci hati, berakhlak mulia, menjaga adab, menjauhi perkataan tercela, lemah lembut dalam bergaul, menyayangi sesama, menolong fakir, belas kasih terhadap yang lemah, pemaaf, tidak meninggalkan sholat, dan tidak menunda-nunda waktu untuk beribadah kepada Pencipta, Pemilik, Pemelihara, Penguasamu. 
Wahai anakku, seandainya engkau mau menerima nasihat dari seseorang, maka akulah orang yang pantas untuk kau terima nasihatnya. Aku adalah gurumu, pendidikmu yang membantu memelihara jiwamu. Engkau tidak akan mendapat seorangpun yang telah mengharapkan kebaikan darimu sesudah orang tuamu kecuali aku (gurumu). 
Wahai anakku, sesungguhnya aku adalah seorang pemberi nasihat yang patut nutuk dipercaya. Karena itu, terimalah dengan ikhlas segala nasihatku, dan amalkanlah dalam hidupmu serta dalam pergaulan dengan teman-temanmu. 
Wahai anakku, bila engkau tidak mengamalkan segala nasihatku dalam kesendirianmu, maka engkau tidak akan dapat mengamalkannya di kala bergaul dengan teman-temanmu. 
Wahai anakku, bila engkau tidak menuruti nasihatku, siapakah yg akan engkau ikuti?, apakah artinya engkau memaksa dirimu untuk duduk dihadapanku?! 
Wahai anakku, sesungguhnya seorang guru menyayangi anak didiknya yang taat dan sholih, sukakah engkau bila guru yang telah mendidikmu tidak rela dan tidak mengharap suatu kebaikan atas dirimu? 
Wahai anakku, sesungguhnya aku sangat mengharapkanmu agar selalu beramal shalih. Karena itu bantulah aku menyampaikan kebaikan itu kepadamu dengan cara kamu mentaati dan melaksanakan akhlak karimah yang kuperintahkan kepadamu. 
Wahai anakku, akhlak yg paling baik adalah hiasan bagi insan, baik bagi dirinya dalam bergaul dengan teman, keluarga dan sanak-saudaranya. Karena itu, jadilah engkau seorang yang memiliki akhlaqul karimah, tentu setiap orang akan memuliakan dan menyayangimu. 
Wahai anakku, bila engkau tidak menghiasi ilmu  dengan akhlaq yang mulia, maka ilmu itu  akan lebih membahayakanmu dari pada kebodohanmu. Karena orang yang bodoh dimaafkan karena kebodohannya dan tiada maaf bagi seorang yang alim (pandai) dihadapan manusia bila tidak menghiasi diri dengan akhlaq yang baik. 
Wahai anakku, jangan engkau hanya menanti saran dan kritik dariku, sesugguhnya mawas diri itu lebih utama dan lebih besar manfaatnya. 
Wahai anakku, Rasulullah saw. pernah  bersabda: “Sesungguhnya Allah mensucikan agama ini (Islam) karena diri-Nya. Tidak akan suci agamamu kecuali dengan sifat dermawan dan baik budi pekerti. Hiasilah agamamu dengan keduanya.”(HR. Ath-Thabrani dari Imran bin Husain. Imam As-Suyuthi menyatakan bahwa hadits ini dha’if).

Mukadimah

<

p id=”header” style=”position:fixed;top:0;width:768px;z-index:8;border-bottom:5px solid rgb(102,102,102);background-color:rgb(0,0,0);background-repeat:repeat;height:45px;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding:0;color:rgb(255,255,255);font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:20.25px;”>

<

p id=”headbox” style=”text-align:center;margin-right:0;margin-bottom:0;margin-left:0;padding-top:8px;height:40px;”>

TERJEMAH WASHOYA

<

p id=”single” style=”padding:55px 5px 5px;color:rgb(255,255,255);font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:20.25px;”>

<

p id=”isi” style=”padding:5px;background-color:rgb(241,241,241);border:1px solid rgb(204,204,204);margin-right:0;margin-bottom:3px;margin-left:0;”>

<

p align=”center” style=”padding-left:4px;padding-right:4px;color:rgb(0,0,0);”>

Muqodimah (مقدمة)


MUKODIMAH PENGARANG

Segala puji milik Allah semata, Pencipta, Pemilik, Pemelihara, Penguasa alam semesta. Shalawat dan salam bagi Rasulullah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, serta seluruh  keluarga dan sahabatnya. 
Buku yang hadir ketengah pembaca ini merupakan usaha awal dalam membahas masalah akhlaq yg mulia (yang diridlai Allah). Sengaja saya tulis buku ini bagi mereka yang menekuni  Dienul Islam. Tulisan ini mengandung berbagai masalah akhlaq yang sangat dibutuhkan setiap murid untuk mewujudkan cita-citanya. Semoga Allah Subhaanahu wa Ta’ala memberkahi mereka dengan akhlaqul karimah (akhlaq yang mulia) dan memberikan kesuksesan, serta memperoleh kesuksesan dari ilmu yang mereka miliki, baik bagi diri mereka maupun kalian makhluk Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penolong dan Maha Pemberi Petunjuk.